Ketahuan Sekarang! Tunggu APBDP 2017, Rencana Penanaman Cabai Karimun Mundur

Ketahuan Sekarang! Tunggu APBDP 2017, Rencana Penanaman Cabai Karimun Mundur

Ketahuan Sekarang! Tunggu APBDP 2017, Rencana Penanaman Cabai Karimun Mundur
www.recipeshubs.com
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Program penanaman cabai empat hektar oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang akhirnya diundur.

Pengunduran dilaksanakan karena masalah teknis anggaran. Namun begitu, diupayakan program tersebut tetap akan dilaksanakan tahun ini juga.

Baca: Terungkap! Inilah Jawaban di Balik Misteri Kebiasaan Presiden Soekarno Pakai Peci Miring!

Baca: Heboh! Wanita Ini Kelabui Suami Buka Prostitusi Online, Pelanggannya PNS. Ini Tarifnya!

Baca: Ketiga Pelaku Sama-sama Tanpa Benang, Polisi Gerebek Pesta Seks Threesome di Kos-kosan Mewah

"Kita masih tunggu APBD Perubahan. Karena ada beberapa mata anggaran yang tidak sesuai. Jadi kalau tetap kita lanjutkan kasian, nanti anggarannya tidak bisa keluar," kata Kepala Bidang Pertanian DP3 Kota Tanjungpinang Syukri, Kamis (8/6).

Meskipun program penanaman cabai merah empat hektar tersebut belum dilaksanakan, namun perogram pertanian cabai bantuan BI beberapa waktu lalu sudah terlaksana dengan baik. Sehingga setidaknya program itu mampu menekan harga cabai di Kota Tanjungpinang.

"Masalah tempat atau lokasi penanaman sudah ok. Sudah ada. Persiapan administrasi juga sudah siap," katanya.

Menurutnya calon lahan yang direncanakan untuk dibuka berada di Dompak dan Tanjungpinang Timur, Batu 13 arah Kijang. Bahkan calon kelompok tani yang akan menggarapnya pun sudah ada. Namun karena kendala anggaran program tersebut belum bisa dilaksanakan.

"Dilahan tersebut sudah kita lakukan survei dan cocok untuk menanam cabai merah biasa," katanya.

Menurutnya, memang untuk di Tanjungpinang pengembangan cabai merah bisa sangat cocok. Sedangkan untuk cabai keriting tidak cocok. Karena membutuhkan lahan yang berada pada ketinggian tertentu. Meskipun dipaksakan untuk ditanam, hasilnya pun tidak baik. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help