Rapor Anambas Turun di Mata BPK, Wabup Jujur: Ini Kelalaian Kami

Persoalan hibah aset antara Kabupaten Natuna dengan Kabupaten Anambas ditengarai menjadi sebab Anambas turun kelas.

Rapor Anambas Turun di Mata BPK, Wabup Jujur: Ini Kelalaian Kami
Tribun Batam/Septyan
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Zuhendra 

Laporan Tribunnews Batam, Septyan Mulia Rohman 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - ‎Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat penilaian yang tidak menggembirakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan tahun anggaran 2016.

Anambas mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), turun dibanding tahun sebelumnya, mendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

Persoalan hibah aset antara Kabupaten Natuna dengan Kabupaten Anambas ditengarai menjadi sebab Anambas turun kelas.

"Ini kelalaian kami. Secara pribadi menurut saya ini merupakan hal yang sepele. Tapi, ini merupakan pembelajaran untuk kami," ujar Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Zuhendra Kamis (8/6/2017). 

Ditemui di depan aula kantor Bupati Kabupaten Kepulauan ‎Anambas, ia menjelaskan, terdapat belasan aset hibah, mulai dari sekolah termasuk fasilitas kesehatan yang dihibahkan Pemkab Natuna ke Pemkab Anambas.

Sayangnya, berkas hibah aset tersebut belum dilengkapi dengan dokumen serahterima sementara mayoritas aset itu sudah dikelola Pemkab Anambas. 

"Pada tahun sebelumnya, kami mengirimkan surat untuk meminta klarifikasi untuk berkas aset tersebut. Sudah lebih kurang setahun berjalan, namun hal ini kurang kita follow up. Hal ini yang menjadi catatan BPK memberikan opini WDP," ungkapnya. 

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya langsung meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pendataan dan membereskan administrasinya.

Bupati Anambas pun sudah melakukan pertemuan dengan Bupati Natuna untuk membahas hibah aset ini.

Halaman
12
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help