Sebelum Menembak Kepalanya Sendiri, Polisi Ini Antar Anaknya ke Sekolah. Mendadak Kunci Kamar!

Sebelum Menembak Kepalanya Sendiri, Polisi Ini Antar Anaknya ke Sekolah. Mendadak Kunci Kamar!

Sebelum Menembak Kepalanya Sendiri, Polisi Ini Antar Anaknya ke Sekolah. Mendadak Kunci Kamar!
Kompas. com/Sigiranus Marutho Bere
Jenazah Aiptu Fransisco De Araujo dikeluarkan dari ruang ICU menuju kamar jenazah, Rabu (7/6/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, KUPANG-Aiptu Fransisco De Araujo, anggota Kepolisian Resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menembak kepalanya sendiri menggunakan senjata api akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Kupang.

Baca: Terungkap! Inilah Jawaban di Balik Misteri Kebiasaan Presiden Soekarno Pakai Peci Miring!

Baca: Heboh! Wanita Ini Kelabui Suami Buka Prostitusi Online, Pelanggannya PNS. Ini Tarifnya!

Baca: Ketiga Pelaku Sama-sama Tanpa Benang, Polisi Gerebek Pesta Seks Threesome di Kos-kosan Mewah

Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota AKBP Anton Cristian Nugroho mengatakan, sebelum menembak kepalanya, Aiptu Fransisco sempat mengantar putra bungsunya FdA (9) ke sekolah.

Fransisco sebut dia, mengantar putranya yang bersekolah di salah satu SD di Kecamatan Kota Lama.

"Bangun pagi, Fransisco masih sempat antar F (9) ke sekolah. Setelah pulang antar anaknya, Fransisco langsung masuk kamar dan menguncinya dari dalam," kata Anton kepada Kompas.com, Rabu (7/6/2017).

Setelah itu, Fransisco kemudian menembakan pistol ke arah kepala atau tepatnya di atas telinga bagian kanan hingga tembus ke kepala bagian kiri.

Warga bersama polisi yang mengetahui kejadian itu, lalu masuk ke dalam rumah dan mendobrak pintu kamar Fransisco.

"Saat pintu kabar terbuka, Fransisco sudah tergeletak di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh berdarah pada bagian kepala," kata Anton.

Anggota polisi bersama warga, selanjutnya membawa Fransisco ke Rumah sakit Bhayangkara Kupang untuk menjalani perawatan medis.

Setelah menjalani perawatan lebih dari 24 jam, Aiptu Fransisco akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir sekitar pukul 15.20 Wita, Rabu (7/6/2017).

Saat ini jenazah Aiptu Fransisco masih disemayamkan di rumah duka yang juga adalah tempat kejadian perkara.

Aiptu Fransisco meninggalkan seorang istri Martina dan tiga orang anak masing- masing MdA (18), PdA (13), dan FdA (9). (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sebelum Menembak Kepalanya Sendiri, Fransisco Antar Anaknya ke Sekolah

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help