Heboh Swissindo di Tanjungpinang

Gara-gara Swissindo, Nasabah Kredit Macet Tak Mau Bayar Utang. Ini Alasannya!

Kalangan perbankan cemas dengan aksi Swissindo. Gara-garanya banyak nasabah kredit macet menolak membayar utang. Ini alasannya!

Gara-gara Swissindo, Nasabah Kredit Macet Tak Mau Bayar Utang. Ini Alasannya!
Ist
Dokumen terkait swissindo 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Dijanjikan tak perlu membayar utangnya di bank, banyak debitur kredit macet enggan membayar utangnya.

Kondisi inilah yang dicemaskan kelangan perbankan, terutama BPR. Pada sebuah kesempatan di Batam, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Riswandi Ismail di sela-sela kegiatan Ototitas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kepulauan Riau, Kamis (10/11/2016).

Baca: Terungkap! Inilah Jawaban di Balik Misteri Kebiasaan Presiden Soekarno Pakai Peci Miring!

Baca: Heboh! Pungut Iuran Bulanan, Ketua RT Dituntut 5 Tahun Penjara. Ini Pasal Jaksa!

Baca: Hormati Mualaf Tionghoa, Masjid Ini Dinamakan Andre Al Hikmah. Kisahnya Mengharukan!

"Swissindo ini mulai sampai di sini, khususnya di Tanjungpinang. Teman-teman di sana mengeluhkan, ada nasabah yang tidak mau melunasi kreditnya dengan alasan sudah memiliki jaminan pelunasan dari Swissindo," ujar Riswandi.

Menurut Riswanda, Swissindo ini telah dinyatakan oleh OJK pusat sebagai lembaga keuangan ilegal.Tetapi, saat ini lembaga tersebut telah merambah di Tanjungpinang dan membuat beberapa BPR maupun perbankan umum lainnya menjadi resah. Pasalnya, para nasabah yang merasa tergabung dengan Swissindo sudah enggan lagi melunasi kreditnya.

"Berdasarkan keterangan dari teman-teman, cara kerja Swissindo ini dengan mencari nasabah yang kreditnya macet. Kemudian dijanjikan akan diberikan surat jaminan pelunasan setelah nasabah tersebut mendaftarkan diri menjadi anggota Swissindo," ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui berapa jumlah nasabah kredit perbankan di Tanjungpinang yang telah menjadi nasabah Swissindo itu. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help