Pro Kontra Transportasi Online

Kalau Taksi Online Diizinkan di Batam, Kami Akan Tidur di Depan Gedung Pemko

Kalau tidak ada langkah yang tegas dari pemerintah, ya, kami akan demo lagi. Kalau perlu kami tidak pulang-pulang, makan dan tidur di depan Pemko

Kalau Taksi Online Diizinkan di Batam, Kami Akan Tidur di Depan Gedung Pemko
TRIBUNBATAM/EFENDI WARDOYO
Ratusan sopir taksi memarkirkan taksinya di depan kantor Wali Kota Batam, Kamis (8/6/2017). Aksi ini sebagai ungkapan kekecewaan terhadap masuknya taksi online di Batam 

Laporan; Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Para driver taksi konvensional yang menggelar demonstrasi di depan gedung Pemko Batam Kamis (8/6/2017) siang mengaku belum puas meskipun sudah mendapat tanggapan langsung dari Walikota Batam HM Rudi.

Mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah besar jika keputusan terkait taksi online tidak berpihak kepada mereka.

Para supir taksi ini menerangkan, keberadaan taksi online akan memperburuk kondisi mereka yang saat ini saja sudah semaput mencari penumpang.

Soalnya, dengan kondisi ekonomi yang lesu serta makin banyaknya jumlah kendaraan pribadi, membuat pendapatan mereka terus menurun.

"Terus terang ya, kami bukan mengada-ngada, saya dalam tiga hari ini dapat penumpang cuma satu. Bisa Abang bayangkan bagaimana susahnya hidup kami. Nah kalau ditambah lagi taksi online ini bagaimana nanti nasib kami sebagai driver konvensial," kata seorang supir taksi kepada Tribun.

Karenanya, kata dia, para supir taksi akan terus menolak keberadaan taksi online, apapun alasannya.

"Kalau tidak ada langkah yang tegas dari pemerintah, ya, kami akan demo lagi. Kalau perlu kami tidak pulang-pulang, makan dan tidur di depan Gedung Pemko ini,” katanya.

Baca: BREAKINGNEWS. Ratusan Sopir Taksi Parkirkan Taksi di Kantor Wali Kota. Ada Apa? Ini Videonya

Baca: Wali Kota Rudi: Mereka Operasi di Wilayah Saya. Kalau Gubernur Salah, Kita Protes

Baca: Kami Ini Merintis Sejak Tahun 1980 Saat Pak Rudi Masih Jadi Polisi, Kata Sopir Taksi

Arif, seorang sopir taksi mengatakan bahwa kasus taksi tidak bisa disamakan dengan ojek online karena keberadaan taksi adalah transportasi umum yang sudah diatur oleh undang-undang.

"Kami ini legal, aturannya jelas. Harus plat kuning, ngurus Kir tiap tahun, tarif argo ditentukan oleh pemerintah dan diperiksa tiap tahun, standar pelayanannya jelas. Taksi online aturannya mana?" katanya dengan tegas.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved