Dugaan Korupsi Dana Desa Malang Rapat. Pekan Ini, Kejari Tanjungpinang Periksa Ulang Kades

Kasus dana ADD di Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan. Pekan ini Kejari Tanjungpinang jadwalkan periksa ulang Kades!

Dugaan Korupsi Dana Desa Malang Rapat. Pekan Ini, Kejari Tanjungpinang Periksa Ulang Kades
tribunbatam/aminnudin
Kejari Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Proses penyidikan kasus korupsi kepala Desa Malang Rapat kabupaten Bintan, ' dalam pusaran dana alokasi desa (ADD) BUMdes desa Malang Rapat masih terus dikumpulkan berkas barang buktinya.

Kepala Seksi Tindak pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Beny Siswanto menuturkan bahwa pihaknyaa minggu ini akan melaakukan pemeriksaan kembali terhadap tersangka kepala desa Malang Rapat Yusron.

"Minggu ini kita periksa kembali kepala desanya. Masih butuh berkas dan bukti yang lebih lengkap dengan memeriksa sejumlah saksi," kata Beny Siswanto dikonfirmasi Tribun Batam, Jumat (9/6).

Pihaknya terakhir telah memeriksa para saksi yang berjumlah 13 orang.

Beberapa saksi lain pun akan terus diperiksa guna melengkapi berkas penyidikan untuk dapat dilimpahkan ke pengadilan.

Ia belum bisa memastikan kapan berkas dapat diserahkaan ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang, namun diperkirakan setelah lebaran.

Kini pihaknya baru akan melimpahkan perkara kasus Pungli BUMD Tanjungpinang yang menjerat dua nama pegawainya yakni Direktur BUMD Tanjungpinang Asep Nana Suryana dan ‎Slamet selaku kordinator lapangan pasar Bintan Center.

"Kita akan segera limpahkan setelah lebaran yang BUMD. Setelah itu baru nyusul kasus-kasus lain seperti Korupsi Kepala Malang Rarat dan Pungli BPN Tanjungpinang," katanya.

Beberapa kasus yaang telah menunggu juga telah masuk Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP)‎ dugaan Korupsi Stikom IGA dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KSOP Syahbandar Tanjungpinang.

Sebelumnya Kejari melalui Tindak pidana Khusus mengungkap kasus‎ kepala Desa Malang Rapat. Yusron selaku kepala desa menjadi tersangka tunggal korupsi ADD BUMdes senilai 300 juta dari anggaran 1,2 miliar. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved