TribunBatam/

Semarak Ramadan

Tak Sekadar Buka Puasa Bersama, Gema Minang Memotivasi Anggotanya dengan Cara Ini

Sebagai perantau, kita adalah bagian dari perputaran roda pembangunan Batam ini. Kita perlu terus membangun semangat, bekerja keras dan tidak menyerah

Tak Sekadar Buka Puasa Bersama, Gema Minang Memotivasi Anggotanya dengan Cara Ini
Suasana buka puasa Gema Minang Batam di Hotel Novotel Batam, Kamis (15/6/2017). 

Laporan : Zahfri Suandi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -Pentingnya menjalin talisilaturahmi antaranggota serta lapisan masyarakat yang ada di Batam kali ini diwujudkan dalam bentuk buka bersama.

Namun ada yang berbeda dalam acara buka puasa bersama Generasi Muda Minang atau Gema Minang Batam di Hotel Novotel Batam, Kamis (15/6/2017).

Beranjak dari keprihatinan terhadap kondisi ekonomi Batam saat ini, Gema Minang menggelar seminar dengan pembicara dari Bank Indonesia dan Polresta Barelang .

Dua pembicara tersebut adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra dan Kasat Binmas Polresta Kompol Firdaus.

Selain ratusan anggota Gema Minang, acara ini juga mengundang sejumlah organisasi lainnya, seperti IKSB (Ikatan Keluarga Sumatera Barat), Perpat, GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional), serta organisasi dan paguyuban lainnya yang ada di Batam.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra dan Kasat Bimas Polresta Barelang Kompol Firdaus memberikan gambaran terkait kondisi Batam
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra dan Kasat Bimas Polresta Barelang Kompol Firdaus memberikan gambaran terkait kondisi Batam (Tribun Batam/Zahfri Suandi)

Ketua Gema Minang Antoni Lendra mengatakan, seminar ini sengaja digelar agar para pemuda Minang mendapat gambaran umum tentang kondisi ekonomi, sosial dan keamanan Batam saat ini.

“Sebagai perantau, kita adalah bagian dari perputaran roda pembangunan Batam ini. Kita perlu terus membangun semangat, bekerja keras dan tidak menyerah dengan keadaan. Semangat ini sudah ada dalam diri orang Minang yang dikenal masyarakat perantau,” kata pria yang akrab disapa Bonny ini.

Selain itu, bagi masyarakat Minang, rantau adalah kampung kedua sehingga mereka juga bertanggung jawab akan kemajuan daerah tersebut, serta menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku di wilayah tempat mereka merantau.

"Seperti pepatah Minang, Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung," katanya.

Dalam seminar, Raizal mengakui bahwa kondisi ekonomi Batam saat ini memang sedang turun karena kondisi ekonomi global yang belum membaik.

Kendati demikian, Raizal optimistis kondisi ini akan pulih karena sektor manufaktur mulai memperlihatkan tanda-tanda perbaikan.

Undangan menikmati sajian buka puasa Gema Minang di Novotel
Undangan menikmati sajian buka puasa Gema Minang di Novotel (Tribun Batam/Zahfri Suandi)

Sementara itu, Kompol Firdaus mengingatkan bahwa kondisi ekonomi ini, secara langsung atau tidak langsung juga berdampak pada kondisi keamanan.

Firdaus mengimbau agar masyarakat bisa menjadi polisi bagi diri sendiri agar bisa meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.

Firdaus juga mengingatkan sejumlah hal yang perlu menjadi atensi bagi masyarakat, yakni masalah narkoba, radikalisme, perdagangan manusia serta isu-isu yang beredar di media sosial, terutama sekali masalah hoax dan persekusi.

Penulis: szahri
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help