Cahaya Ramadan

Tiga Macam Ceramah Agama

Dari sisi materi dan gaya penyampaian terdapat tiga macam ceramah agama.

Tiga Macam Ceramah Agama
WIKIPEDIA
Komarudin Hidayat 

DARI sisi materi dan gaya penyampaian, saya amati terdapat tiga macam ceramah agama. Satu, ada ceramah yang memilih ayat Al Quran atau Hadits yang nada dan kesannya menakut-nakuti.

Penuh dengan ancaman dan kemarahan Tuhan karena manusia tidak mentaati ajaran Allah dan Rasul-Nya. Biasanya akan mengutip sabda Nabi, ini semua merupakan fenomena zaman akhir yang sudah diprediksi Rasulullah.

Dalam hal ibadah pun umat beragama dinilai melakukan bid'ah. Menjalankan praktik ibadah yang tidak dicontohkan Rasulullah. Itu termasuk bid'ah, dan semua bid'ah membawa pelakunya ke neraka.

Dalam ibadah mesti persis mengikuti contoh Rasul. Beberapa ustadz bahkan memasukkan tahlilan dan yasinan bagi keluarga yang ditinggal mati, sebagai bid'ah. Itu sesat, karena Nabi tidak melakukan. Termasuk juga selawatan ramai-ramai yang dilagukan juga bid'ah karena Nabi tidak mencontohkan.

Jika dibuka memang banyak hadis yang mengesankan melaksanakan ajaran agama itu berat. Surga itu sangat sulit untuk diraih. Jika melanggar larangan-Nya akan hapus semua ibadahnya. Belum lagi ancaman siksa kubur akibat perbuatan yang tampaknya sepele ketika dilakukan di dunia, namun berakibat fatal di akhirat.

Misalnya memotong dahan pohon tetangga. Atau kencing di sembarang tempat. Atau utang yang belum dibayar, sekecil apapun utangnya. Semuanya akan mendatangkan siksa kubur. Dalam Alquran memang banyak ayat yang bernada ancaman, mewakili sifat Allah yang maha perkasa dan menghukum.

Di sisi lain, ada ceramah keagamaan yang memberikan kabar gembira. Surga itu tidak terlalu sulit diraih. Lalu dikemukakan beragam formula dan hadis.

Misalnya, yang sudah bersyahadat dan hatinya tetap beriman pada Allah, dijamin masuk surga. Siapa yang selalu membiasakan zikir dan berselawat di pagi dan petang hari, akan dijauhkan dari neraka.

Cerita yang populer adalah seorang pelacur yang masuk surga gara-gara berbagi air minum dengan anjing yang mau mati karena kehausan. Lalu siapa yang yang melakukan puasa secara penuh iman, bersihlah seluruh dosanya.

Bagaikan anak kecil yang baru terlahir. Siapa yang berhaji dan berumrah karena Allah, pintu surga sudah terbuka baginya.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved