TribunBatam/

Hangout

Berkunjung ke Pulau Penyengat, Berwisata Religi Sekaligus Mengenal Sejarah

Siapa yang nggak kenal Pulau Penyengat? Sepertinya penduduk di Kepri ini pernah mendengar nama pulau bersejarah sekaligus destinasi wisata religi ini.

Berkunjung ke Pulau Penyengat, Berwisata Religi Sekaligus Mengenal Sejarah
TRIBUNBATAM
Hangout 

SIAPA yang nggak kenal Pulau Penyengat? Sepertinya penduduk di Kepri ini pernah mendengar nama pulau bersejarah sekaligus destinasi wisata religi tersebut. Namun, sudahkah Anda pernah mengunjunginya?

Jika belum, alangkah menyenangkannya jika sesekali Anda menginjakkan kaki dimana Pahlawan Nasional Raja Ali Haji disemayamkan.

Pulau Penyengat merupakan satu di antara pulau wisata milik Kota Tanjungpinang. Di sini, para pengunjung bisa melihat tempat tempat bersejarah sekaligus berziarah.

Penyengat memang tidak begitu luas, hanya sekitar dua km persegi. Untuk mengelilinganya pun tidak hanya naik kendaraan, melainkan bisa berjalan kaki dengan santai atau bisa pula menaiki becak yang disewakan penduduk setempat.

Meskipun daratannya kecil, namun pulau ini adalah pulau bersejarah dan tempat yang cocok untuk berziarah, dimana sejumlah Raja Melayu dimakamkan. Di sini pula pahlawan nasional bidang bahasa yakni Raja Ali Haji dikebumikan.

Selain itu, ada bangunan kuno, bangunan adat dan masjid yang terkenal yaitu Masjid Raya Sultan Riau.
Makam Para Raja.

Pada masa pemerintahan Kerajaan Melayu Raja Abdurrahman atau Yang Dipertuan Muda VII dibangunlah Masjid Sultan Riau. Konon, masjid ini dibangun menggunakan putih telur sebagai perekatnya dan tidak menggunakan kerangka besi.

Waktu itu masyarakat gotong royong membangun masjid. Menurut warga di sana, saat putih telur digunakan untuk membangun masjid, maka kuning telurnya dimasak untuk para pekerjanya.

Mas Kawin dari Raja
Pulau Penyengat dikenal sebagai pulau mahar atau mas kawin. Sebab, pulau ini pernah dijadikan mahar oleh Sultan Mahmud Syah untuk meminang Engku Putri (Raja Hamidah). Orang pada umumnya meminang dengan seperangkat alat sholat atau emas namun Sultan Mahmud Syah meminang wanita idamannya dengan sebuah pulau.

Raja Hamidah adalah pemegang regalia yang merupakan benda kebesaran kerajaan Riau Lingga. (*)
Bangunan Istana Kantor

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help