TribunBatam/

Bandara Hang Nadim Kembangkan Industri Perawatan Pesawat, Ini Strategi BP Batam

Bandara Hang Nadim Kembangkan Industri Perawatan Pesawat, Ini Strategi BP Batam

Bandara Hang Nadim Kembangkan Industri Perawatan Pesawat, Ini Strategi BP Batam
tribunbatam/elizagusmeri
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Selain akan mengembangkan kawasan Bandara Hang Nadim Batam, BP Batam juga fokus menggarap industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di tempat yang sama.

Baca: Ngeri! Kartel Peti Kemas Batam-Singapura. KPPU Kepri Nunggu Hasil Saksi Ahli!

Baca: Nyaris Ricuh, Penumpang Kapal Roro ke Dabo Telantar 6 Jam di Punggur. Ini Pemicunya!

Deputi III BP Batam, RC Eko Santoso Budianto mengatakan, saat ini baru perusahaan penerbangan Lion Air yang sudah membangun industri MRO di kawasan Hang Nadim. Luas lahan keseluruhannya yakni 29 hektare.

"Dari 29 hektare itu baru 4 hektare yang dibangun. Tahap kedua 12 hektare, baru sisanya," kata Eko, Jumat (16/6).

Dari lahan yang sudah dibangun itu, lanjut dia, Lion Air membuka dua hangar yang berfungsi untuk perawatan pesawat. Satu hangar mampu melayani hingga enam pesawat.

"Kalau selesai semua bisa terima sampai 50 pesawat dalam waktu bersamaan," ujar dia memprediksi.

Hal itu juga akan berpengaruh pada terbukanya lapangan pekerjaan di Batam. Sebab jika keseluruhan hangar beroperasi, diperkirakan bisa menarik tenaga kerja sekitar 8-10 ribu orang. Selain Lion Air, beberapa waktu lalu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF)

anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk, juga melirik pembangunan MRO di Batam. Bahkan sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara BP Batam dan GMF. Dengan luas lahan kerja 25 hektare, diperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan berkisar 6-8 ribu orang.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono yang dikonfirmasi soal perkembangan terbaru dari GMF mengatakan, diagendakan setelah Lebaran Idulfitri tim GMF akan datang ke Batam untuk melakukan survei lapangan. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help