Kecelakaan Maut di Gilimanuk Tewaskan 7 Orang. Mobil Terpaksa Dibelah untuk Evakuasi Korban

Informasi dari sumber dipercaya menyebutkan ada tujuh orang penumpang mobil travel yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Kecelakaan Maut di Gilimanuk Tewaskan 7 Orang. Mobil Terpaksa Dibelah untuk Evakuasi Korban
Istimewa
Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur maut Denpasar-Gilimanuk. Laka tepat di Km 121 - 122 di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (17/06/2017) malam. Kondisi korban lakalantas di Gilimanuk. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Kecelakaan maut terjadi di jalur maut Denpasar-Gilimanuk tepat di Km 121 - 122 di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (17/06/2017) malam.

Tujuh orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Bali, Minggu (18/6/2017) dini hari, kecelakaan maut ini melibatkan kendaraan travel Isuzu Elf yang mengangkut rombongan dengan truk tronton yang hingga saat ini belum diketahui pelat nomor kendaraannya.

Kapolsek Gilimanuk, Kompol Anak Agung Gede Arka membenarkan adanya peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di Gilimanuk tersebut.

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 21.00 Wita, tepatnya sekitar 300 meter di sebelah Barat Pura Tirta Empul, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya atau di kawasan hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Saat itu, rombongan mobil travel ini datang dari arah Denpasar menuju Gilimanuk dan truk tronton datang dari arah sebaliknya.

Namun sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kedua kendaraan ini kemudian terlibat kecelakaan maut.

Hingga berita ini diturunkan, belum jelas penyebab serta kronologi kecelakaan maut ini. Namun, informasi dari sumber dipercaya menyebutkan ada tujuh orang penumpang mobil travel yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Sedangkan enam orang lainnya diperkirakan selamat dalam kecelakaan maut ini.

"Belum tahu pasti ada berapa orang yang meninggal karena penumpangnya masih bergelimpangan di dalam mobil.

Bahkan mobil travelnya harus dibelah untuk evakuasi korban lainnya," kata Agung Werdhi, seorang sopir ambulance ketika ditemui di RSUD Negara, Minggu (18/6/2017) dini hari.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved