Kondisi Pelabuhan Rusak, Kejati Kepri Dikabarkan Turun Mengusut Proyek Pelabuhan Dompak

Kondisi Pelabuhan Rusak, Kejati Kepri Dikabarkan Turun Mengusut Proyek Pelabuhan Dompak

Kondisi Pelabuhan Rusak, Kejati Kepri Dikabarkan Turun Mengusut Proyek Pelabuhan Dompak
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Atap pelabuhan Dompak mengalami kerusakan, padahal pelabuhan ini belum resmi dioperasikan seperti terlihat Jumat (23/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Kondisi Pelabuhan Dompak kian memperihatikan. Setelah sebelumnya plafon runtuh berjatuhan, disusul pecahnya sebagian besar kaca halaman pelabuhan dompak.

Baca: Nyaris Ricuh, Penumpang Kapal Roro ke Dabo Telantar 6 Jam di Punggur. Ini Pemicunya!

Baca: Ngeri! Kartel Peti Kemas Batam-Singapura. KPPU Kepri Nunggu Hasil Saksi Ahli!

Dikabarkan juga pada Sabtu (17/6) malam giliran ponton pelabuhan hanyut terbawa arus hingga ke pulau Bayan Tanjungpinang.

Kondisi ini sungguh miris mengingat proses pembangunan ini rusak sebelum beroperasi. Kondisi gedung bangunan yang tidak terjaga menjadi salah satu faktor mudahnya orang masuk hingga ke area dalam pelabuhan.

"Tidak ada yang jaga dan baanyaak yang masuk ke dalam. Saya suntuk pengen mancing, saya bawalah anak dan istri saya liburan ke sini," kata warga Tanjungpinang yang berkunjung untuk sekedar memancing di dermaga pelabuhan dompak, Minggu (18/6).

Tralis penutup drainase pun nampak lepas. Sebagian hilang diduga dicuri. ‎Naamun yang paling paraah memang kaca pelabuhan bagian halaman depan. Terdapat batu-batu berukuran besar yang diduga digunakan untuk memecah kaca. Kaca pun berserakan hingga kemana-mana.

Tak hanya itu, ternyata fisik baangunan yang kini juga penuh corat-coret tembok dimanfaatkan bagi remaja untuk berfoto. Selain itu juga tak terlihat pasangan anak remaja asik berpacaran. Yang paling miris adalah ponton ‎lepas dari kedudukan tiang pancang dermaga.

Masalah pelabuhan ini juga telah terdengar di telinga penegak hukum korps Adyaksa. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Feritas mengaku baru sekadar mendengar informasi yang masih simpang siur.

"Sebagai penegak hukum tentunya kita selalu memantau kondisi diwilayah hukum kita di Kepri. ‎Adanya masalah pembangunan proyek pelabuhan Dompak kita juga tengah mencari sebanyak mungkin informasi. Kenapa kok belum beroperasi dan belum diserahkan asetnya ke Provinsi sudah rusak," kata Feritas dimintai tanggapan Tribun Batam.

Pihaknya mengatakan tidak sembarangan memberikan komentar untuk mengasumsikan sebuah proyek terdapat indikasi tindak pidana Korupsi. Perlu kajian mendalam untuk terlebih dahulu dilakukan pengumpulan informasi dan barang bukti‎ (Pulbaket).

"Kita menghindari terjadinya Polemik jika terlalu dini menyimpulkan suatu proyek‎ terindikasi korupsi tanpa kita memiliki data yang lengkap. Kita lihat dulu dan pelajari dulu ya," tambahnya.

Seperti diketahui proyek milik kementrian kelautan ini menelan anggaran APBN hingga 120 miliar lebih. Hingga kini pengerjaannya macet dan belum ada kepastian pembangunannya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help