TribunBatam/

Penumpang ke Dabo Telantar, Setelah Protes Baru Syahbandar Punggur Kerahkan 2 Kapal

Penumpang ke Dabo Telantar, Setelah Protes Baru Syahbandar Kerahkan 2 Kapal

Penumpang ke Dabo Telantar, Setelah Protes Baru Syahbandar Punggur Kerahkan 2 Kapal
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
KMP Senangin tengah sandar di pelabuhan Roro, Parit Rempak, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. Foto diambil Selasa (21/6/2016) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Tidak ada kejelasan keberangkatan penumpang tujuan Batam-Dabo Singkep ‎membuat para pemudik gerah dan nyaris ribut di pelabuhan Telaga Punggur.

Baca: Nyaris Ricuh, Penumpang Kapal Roro ke Dabo Telantar 6 Jam di Punggur. Ini Pemicunya!

Baca: Ngeri! Kartel Peti Kemas Batam-Singapura. KPPU Kepri Nunggu Hasil Saksi Ahli!

Kejadian ini diperparah dengan tidak adanya kepala Syahbandar di pelabuhan. Akibatnya Pihak ASDP menjadi sasaran kemarahan para penumpang.

‎Manajer Operasional ASDP Cabang Batam, Adolf Enoch, ‎mengatakan, penumpang dalam hal ini tidak mau tau terkait kelebihan kapasitas. Mereka berebutan masuk saat kapal menaikkan penumpang.

‎"Namanya penumpang, dia gak mau tahu terkait kapasitas. Kita bingung itu Syahbandar malah pulang dan membawa surat SPB kami. Seharunya jika ada terjadi seperti ini, mereka harus kasih solusi yang tepat," tambahnya.

Dilanjutkan, pihaknya sejak awal telah memberikan solusi, berupa meminjam alat keselamatan untuk sisa penumpang lainnya. Namun solusi itu ditolak mentah-mentah, dengan alasan muatan berlebih.

"Untuk jumlah penumpang mencapai 500 sebenarnya sanggup. Semua sudah dicek dan berjalan baik. Cuma alat keselamatan yang kurang," tegasnya.

Mereka sudah mengusulkan untuk meminjam alat keselamatan. Tetapi itu tidak diberikan oleh Syahandar dengan alasan muatan yang belebih.

‎Setelah penumpang menunggu lama, akhirnya Syahbandar mengeluarkan izin untuk menggerakkan dua kapal. Kesepakatan tersebut setelah munculnya protes dari penumpang.

"Ini namanya lepas tangan. Sebelumnya kami sudah mencoba menelepon. Tetapi tidak diangkat. Kami berharap, kedepannya hal seperti ini jangan lah terulang kembali," singkatnya.(*)

Penulis: Eko Setiawaan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help