TribunBatam/

Saipem Rumahkan Ribuan Karyawan

BREAKINGNEWS: PT Saipem Pengurangan Pekerja Besar-besaran, Hanya Sisakan Pekerja Sebanyak Ini

PT Saipem Pengurangan Pekerja Besar-besaran, Hanya Sisakan Pekerja Sebanyak Ini. Begini Alasan di Baliknya!

BREAKINGNEWS: PT Saipem Pengurangan Pekerja Besar-besaran, Hanya Sisakan Pekerja Sebanyak Ini
KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI
Ilustrasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat meninjau fasilitas produksi pengolahan gas terapung atau Float?ing Processing Unit (FPU)di Pabrikasi Saipem Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (21/3/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kekurangan proyek hingga menyebabkan perusahaan terpaksa harus mengurangi pekerjanya juga melanda dunia industri di Karimun.

PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), perusahaan Italia yang bergerak di bidang instalasi lepas pantai (off shore) melakukan pengurangan pekerja besar-besaran.

Baca: Aktor Ini Blak-blakan, Diam-diam Dia Menyimpan Fakta Mengejutkan Ini Dengan Julia Perez!

Baca: Terungkap! Inilah Sosok di Balik Wanita Cantik Ini Nekat Telanjang dan Jalan-jalan saat Belanja!

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun angkanya mencapai 10 ribu orang. PT SIKB rencananya hanya menyisakan sekitar 1.200 pekerja pada Agustus mendatang.

Pengurangan pekerja tersebut seyogyanya sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu dan akan terus bergerak hingga Agustus mendatang. Hal itu dikarenakan perusahaan asal Italia itu kehabisan proyek.

"Sekarang hanya tinggal satu proyek dan akan selesai pengerjaannya pada pekan kedua Agustus 2017," kata Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Disnaker Karimun, Poniman kepada Tribun Batam, Senin (19/6/2017).

Poniman mengatakan saat ini pekerja PT SIKB tinggal sekitar 3 ribu orang dari sebelumnya sekitar 13 ribu. Poniman bahkan menyebutkan pada saat Ramadan, perusahaan Italia itu tetap melakukan pengurangan pekerja.

"Jumlahnya saya tak tahu pasti karena perusahaan kirim email-nya ke pak kadis tapi insha Allah tidak ada hak-hak pekerja yang diabaikan.

Perusahaan tetap berpedoman pada undang-undang ketenagakerjaan," kata Poniman. (*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Selasa (20/6/2017)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help