Saipem Rumahkan Ribuan Karyawan

Pemangkasan Sentuh Karyawan Tetap, Apakah Saipem Lakukan PHK? Ini Jawaban Disnaker Karimun

Pemangkasan Sentuh Karyawan Tetap, Apakah Saipem Lakukan PHK? Ini Jawaban Disnaker Karimun

Pemangkasan Sentuh Karyawan Tetap, Apakah Saipem Lakukan PHK? Ini Jawaban Disnaker Karimun
tribunbatam/iman suryanto
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Tak hanya karyawan kontak, pemangkasan pekerja juga menyentuh ke pekerja permanen.

Namun Dinas Tenaga Kerja Karimun belum berani memastikan pemangkasan ini sebagai pemutusan hubungan kerja.

Baca: BREAKINGNEWS: PT Saipem Pengurangan Pekerja Besar-besaran, Hanya Sisakan Pekerja Sebanyak Ini

Baca: Aktor Ini Blak-blakan, Diam-diam Dia Menyimpan Fakta Mengejutkan Ini Dengan Julia Perez!

Baca: Terungkap! Inilah Sosok di Balik Wanita Cantik Ini Nekat Telanjang dan Jalan-jalan saat Belanja!

Lantaran kehabisan proyek, PT Saipem terpaksa memangkas besar-besaran pekerjanya. Dari sekarang 10 ribu menjadi hanya 1.200 pekerja per Agustus mendatang.

Kekurangan proyek hingga menyebabkan perusahaan terpaksa harus mengurangi pekerjanya juga melanda dunia industri di Karimun.

PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), perusahaan Italia yang bergerak di bidang instalasi lepas pantai (off shore) melakukan pengurangan pekerja besar-besaran.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun angkanya mencapai 10 ribu orang. PT SIKB rencananya hanya menyisakan sekitar 1.200 pekerja pada Agustus mendatang.

Pengurangan pekerja tersebut seyogyanya sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu dan akan terus bergerak hingga Agustus mendatang. Hal itu dikarenakan perusahaan asal Italia itu kehabisan proyek.

"Sekarang hanya tinggal satu proyek dan akan selesai pengerjaannya pada pekan kedua Agustus 2017," kata Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Disnaker Karimun, Poniman kepada Tribun Batam, Senin (19/6/2017).

Poniman mengatakan saat ini pekerja PT SIKB tinggal sekitar 3 ribu orang dari sebelumnya sekitar 13 ribu. Poniman bahkan menyebutkan pada saat Ramadan, perusahaan Italia itu tetap melakukan pengurangan pekerja.

"Jumlahnya saya tak tahu pasti karena perusahaan kirim email-nya ke pak kadis tapi insha Allah tidak ada hak-hak pekerja yang diabaikan. Perusahaan tetap berpedoman pada undang-undang ketenagakerjaan," kata Poniman.

Saat disinggung apakah pengurangan itu berstatus pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pekerja yang habis kontrak. Poniman menyebutkan ada beberapa karyawan berstatus permanen yang ikut terkena imbas sepinya proyek perusahaan.

"Pengurangan prioritasnya pekerja asal luar Karimun tapi kalau menurut perusahaan masih kurang, tidak tertutup kemungkinan pekerja asal Karimun juga kena. Ya, kita berharap perusahaan dapat job lagi lah," harap Poniman. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help