TribunBatam/

CAHAYA RAMADAN

Berbakti dan Sayang Orangtua

Di antara ajaran universal agama dalam kehidupan keluarga adalah kewajiban berbuat baik kepada orangtua dan sanak saudara.

Berbakti dan Sayang Orangtua
TRIBUN JATENG
Mutohharun Jinan 

DI antara ajaran universal agama dalam kehidupan keluarga adalah kewajiban berbuat baik kepada orangtua dan sanak saudara. Berbakti kepada orangtua menjadi pintu bagi kebaikan-kebaikan lain.

Banyak alasan yang mewajibkan anak berbakti kepada orangtua. Perlu dijelaskan, pesan Allah kepada manusia berkenaan dengan ibu-bapaknya ialah pada kewajibannya berbuat baik.

"Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya... (QS. Al-Isra'/17: 23). Bukan pada kewajiban taat atau mentaati mereka.

Berbuat baik mencakup banyak jenis tingkah laku dan sikap kepada orangtua. Baik itu perkataan, perbuatan, maupun sikap mental. Sedangkan taat hanya satu dari sekian banyak bentuk kebaikan.

Ada perbedaan antara perintah taat dan perintah berbuat baik. Ketaatan anak kepada orangtua dipenuhi dalam koridor kebajikan. Ketaatan dapat dipenuhi hanya jika orangtua benar-benar dalam kebenaran, kebaikan, dan jelas tidak dalam kepalsuan serta kejahatan.

"Dan apabila kedua orangtuamu memaksa untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu yang kamu ketahui bahwa dia tidak pantas untuk disembah, janganlah kalian menaati mereka (QS. Luqman/31: 15). Demikian pentunjuk Alquran.

Ketentuan Allah berbuat baik kepada orangtua adalah mutlak, tanpa syarat. Kita diperintahkan hormat dan santun terhadap orangtua dan keluarga dalam keadaan apapun. Bahkan sekalipun kedua orang tua kita berbuat jahat, sampai-sampai mereka secara sadar melawan kebenaran (kufur).

Etika Alquran terkait berbakti kepada orangtua mencakup tiga ranah, yaitu perkataan, perilaku, dan dukungan spiritual. Pertama adalah bertutur kata menggunakan cara paling baik.

Bertutur kata di sini bisa berwujud lisan atau tulisan. Antara lain, menjaga perkataan atau tulisan agar tidak menyakiti mereka, atau kata-kata yang berisi bantahan terhadap keduanya.

Larangan sikap kasar terhadap orangtua mulai dari yang sangat ringan, yakni sekadar mengatakan, "Ah." Kata "Ah" adalah perbuatan menyakiti orangtua yang paling ringan. Jika yang ringan tidak diperbolehkan, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka lebih kasar dari itu.

Kedua, dengan cara menjaga kesopanan perilaku. "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan." (QS. Al-Isra'/31: 24). Hendaklah seorang anak menunjukkan kesopanan prilaku laksana merendahkan kepak sayap secara penuh kasih sayang.

Ekspresi simbolik atas etika Alquran ini bermacam-macam, menyesuaikan kultur masing-masing. Ada yang mencium tangan, bersimpuh ketika duduk, sampai pada tidak membelakangi orangtuanya ketika berjalan, dan lain-lain.

Ketiga, kebajikan utama anak pada orangtua adalah memberikan dukungan spiritual dalam bentuk doa untuk kebahagiaan mereka dengan rahmat Allah. Doa yang diajarkan adalah, "Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, Ramadan dimanfaatkan secara khusus untuk mengekspresikan kebaikan kepada orangtua. Entah itu dengan doa, ziarah ke makam, maupun bersilaturahmi secara langsung melalui tradisi mudik Lebaran. (*)

*Dr Mutohharun Jinan MAg
Dosen Pascasarjana Unmuh Surakarta

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help