Arus Mudik Lebaran

Empat ABK Diduga Terindikasi Narkoba di Pelabuhan Domestik Sekupang

Asmadi menjelaskan, sanksi pemecatan tidak hanya dari Pelra saja, tetapi juga operator kapal atau perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Empat ABK Diduga Terindikasi Narkoba di Pelabuhan Domestik Sekupang
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian dan Ketua DPRD Kepri Jumag Nadeak meninjau pelaksanaan tes urine terhadap para nahkoda kapal yang dilakukan BNN dan Direktorat Narkoba Polda Kepri, Senin (19/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Alfandi Simamora

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Narkotika Narkotika Nasional (BNN) Kepri melakukan tes urine terhadap seluruh anak buah kapal (ABK) sebelum kapal berangkat.

Tes urine di Pelabuhan Domestik Sekupang, kembali dilakukan BNN, Selasa (20/6/2017) dari pukul 08:30 WIB hingga pukul 13:00 WIB.

Dari tes tersebut, ditemukan empat orang ABK yang diduga terindikasi narkoba.

Kepala Kantor Syahbandar dan Operasional Pelabuhan (KSOP) Sekupang Deni Chayadi mengakui hal itu.

Deni mengatakan, keempat ABK merupakan ABK dari tiga kapal, yakni SB Polewali Expres 2 (dua orang) dan SB Marina Srikandi 18 (1 orang), keduanya tujuan Tanjungbatu serta satu orang dari kapal SB Tengiri 5 tujuan Guntung, Riau.

"Kita belum memutuskan karen BNN akan melakukan pengecekan dulu di laboratorium agar hasilnya akurat,” kata Deni.

Deni menegaskan, jika keempatnya terbukti mengkonsumsi narkoba, pihaknya akan mengambil tindakan tegas, meminta operator kapal untuk tidak mempekerjakan mereka.

Sementara itu, Pembina DPC Pelayaran Rakyat (Pelra) Kota Batam, Asmadi mengatakan, jika hasil BNN positif, sanksinya cukup tegas, pemecatan.

“Tidak ada disepensasi karena ini termasuk pelanggaran berat,” katanya.

Asmadi menjelaskan, sanksi pemecatan tidak hanya dari Pelra saja, tetapi juga operator kapal atau perusahaan yang mempekerjakan mereka.

"Mereka yang diduga positif narkoba akan dibawa ke kantor BNN untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin rehabilitasi, itu kewenangan BNN,” katanya.

Asmadi berharap kepada sweluruh awak kapal untuk disiplin dan tidak bermain-main dengan Narkoba karena hal ini tidak hanya berbahaya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyangkut keselamatan penumpang.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved