PARAH! Bayar Listrik di Tambelan Ternyata Pakai Kuitansi dari Kertas Fotokopian

"Artinya, mau listrik hidup 12 jam atau 24 jam biayanya sama saja dengan tagihan listrik kala terjadi pamadaman," ujarnya.

PARAH! Bayar Listrik di Tambelan Ternyata Pakai Kuitansi dari Kertas Fotokopian
Listrik byar pet. Ilustrasi 

Laporan Mhd Munirul Ikhwan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pelayanan listrik di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, tak pernah berubah.

Warga harus mengelus dada karena pemadam bergilir terus terjadi. Padahal, kondisi ketersediaan listreik setiap harinya hanya 12 jam sehari.

Bahkan, pada Hari Raya Idul Fitri ini, warga harus siap-siap dengan kondisi terburuk, berlebaran tanpa listrik.

Ibu-ibu yang hendak menyiapkan berbagai makanan untuk persiapan Lebaran juga harus sabar menunggu listrik menyala.

"Jika PLN tak mengirim teknisi pada jadwal kapal feri maupun Sabuk Nusantara 62 pada 22 Juni, maka dipastikan warga Tambelan Lebaran gelap gulita. Karena listrik saat ini hidup bergilir," kata Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Tambelan (KKT) Tanjungpinang, Patria, Senin (19/6/2017)

Ternyata, bukan itu saja yang memperlihatkan boboroknya pelayanan perusahaan pelat merah di Tambelan ini.

Baca: Halo PLN! Sampai Kapan Pemadaman Listrik di Tambelan Berakhir? Lebaran Bakal Gelap Gulita?

PLN, menurut warga Tambelan, Saud, terkesan kurang transparan dalam menetapkan tagihan listrik.

Tagihan listrik bulanan tidak memiliki rekening resmi pembayaran dan tidak mencantumkan total daya listrik yang terpakai selama sebulan.

Rekening tagihan juga masih menggunakan fotokopi dan sebagian menggunakan sejenis "bill' dari Bank Bukopin.

Itu membuat biaya tagihan listrik tidak pernah jelas.

"Artinya, mau listrik hidup 12 jam atau 24 jam biayanya sama saja dengan tagihan listrik kala terjadi pamadaman," ujarnya.

Kondisi ini sudah berlangsung lama dan tak ada perubahan hingga saat ini.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help