TribunBatam/

Direktur di BP Batam Diduga Gabung ISIS

BREAKINGNEWS. Benarkah Ini Anak Dwi Djoko Wiwoho yang Selamat di Suriah?

Nur mengaku tertarik pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet

BREAKINGNEWS. Benarkah Ini Anak Dwi Djoko Wiwoho yang Selamat di Suriah?
AYHAM AL-MOHAMMAD / AFP
Perbandingan wajah anak Djoko Wiwoho 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Wawancara AFP dengan warga Indonesia di sebuah tempat pengungsian di Suriah menimbulkan kehebohan di Batam.

Satu dari sumbernya yang mengaku bernama Dania disebut mirip anak mantan Direktur PTSP BP Batam Ir Dwi Djoko Wiwoho.

Djoko disebut membawa tiga anaknya ke Suriah. Tiga anaknya bernama Syarafina Nailah, Nurshadrina Khairadhania, dan Tarisha Aqila Qanita.

Baca: Kisah WNI yang Tergiur Godaan ISIS, Sesampai di Suriah Ternyata Tertipu

Diduga Dania yang diwawancara kantor berita Perancis itu Nurshadrina Khairadhania atau dikenal Nur atau Dania.

Bila dilihat dari fotonya memang mirip seperti di bawah ini.

foto keluarga Djokow wiwoho
foto keluarga Djokow wiwoho ()

Anak Djoko yang pakai jilbab hitam mirip dengan Dania yang diwawancara AFP.

Satu dari Wanita indonesia di camp pengungsian di Suriah yang diduga anak Djoko Wiwoho
Satu dari Wanita indonesia di camp pengungsian di Suriah yang diduga anak Djoko Wiwoho (AYHAM AL-MOHAMMAD / AFP)

Hingga kini, keberadaan Direktur PTSP BP Batam Ir Dwi Djoko Wiwoho maasih menjadi pertanyaan di rekan kerjanya hingga warga yang ada di kediaman mereka.

Djoko dipenjara

Dari wawancara itu Nur menyampaikan alasannya pergi ke Suriah dan kondisi ayahnya yang kini dipenjara. 

Nur mengaku tertarik pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet.

Setelah hampir dua tahun berlalu, Nur bersama 15 warga Indonesia lain memutuskan untuk meninggalkan Raqqa. Apa alasannya?

"Semua bohong ... ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet," kata Nur kepada wartawan AFP di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.

Bersama ribuan orang lainnya, Nur meninggalkan kota Raqqa yang kini tengah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat.

"Ayah dan saudara laki-laki saya dimasukkan ke penjara," ungkap Nur.(*)

Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help