Tendang Binatang Khas Australia, Pria Ini Kena Denda Rp 40 Juta

Dalam rekaman itu, McPherson menendang quokka, sehingga binatang tersebut terpelanting sebelum kemudian melarikan diri

Tendang Binatang Khas Australia, Pria Ini Kena Denda Rp 40 Juta
Foto: Ilustrasi)(ABC News
Quokka ini banyak ditemukan di Rottnest Island, Australia Barat. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PERTH - Seorang pria di Perth, Australia Barat, yakni Harrison Angus McPherson (20) telah dikenai denda 4.000 dollar Australia atau sekitar Rp 40 juta karena menendang binatang khas Australia, quokka.

Sebelumnya, video yang menunjukkan McPherson menendang quokka, sejenis binatang yang mirip dengan tikus, di Rottnest Island dan rekamannya dimuat di Snapchat bulan Februari lalu.

Dalam rekaman itu, McPherson menendang quokka, sehingga binatang tersebut terpelanting sebelum kemudian melarikan diri.

Seorang pria terdengar tertawa, dan seorang lainnya mengeluarkan kata-kata kasar terhadap binatang tersebut.

Pegawai Nicaraguan Institute of Culture (INC) sedang mengamati dan memilah sekitar 30 guci berusia 1.200 tahun yang ditemukan di lokasi konstruksi Stadion Basball Nasional yang baru di Managua, 29 Juni 2017
Pegawai Nicaraguan Institute of Culture (INC) sedang mengamati dan memilah sekitar 30 guci berusia 1.200 tahun yang ditemukan di lokasi konstruksi Stadion Basball Nasional yang baru di Managua, 29 Juni 2017 (AFP Photo)

Baca: Mau Bangun Stadion Bisbol. Pekerja Malah Temukan Makam Berusia Lebih dari 1.200 tahun

Baca: Qatar Ngotot. Tidak Akan Negosiasi dengan Arab Saudi Cs. Kecuali Untuk Satu Hal Ini

Di Pengadilan Magistrat Fremantle, sekitar 22 km dari Perth, McPherson mengatakan bahwa dia bukan orang yang tertawa dalam rekaman tersebut, dan dia tidak tahu bahwa tindakannya direkam.

Pengacaranya Tom Percy mengatakan McPherson menenggak minuman keras hari itu, dan tidak mengingat lagi mengapa dia menendang binatang tersebut.

Ia menggambarkan tindakan itu sebagai ketidaksengajaan, dan bukan hal yang biasa dilakukannya.

Percy mengatakan bahwa kliennya sejak peristiwa tersebut sudah menjalani konseling psikologi, karena rasa penyesalan atas apa yang dilakukannya.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved