Novel Baswedan Alami Teror

Sempat Lihat Terduga Pelaku, Saksi Hafal Wajah Penyerang Novel

Polisi memeriksa saksi kunci penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pria berinisial E itu mengaku melihat seorang terduga pelaku.

Sempat Lihat Terduga Pelaku, Saksi Hafal Wajah Penyerang Novel
WARTAKOTA
Wartawan mengamati lokasi penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, yang telah dipasang garis polisi, di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi memeriksa saksi kunci penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pria berinisial E itu mengaku melihat seorang terduga pelaku.

E merupakan jemaah Masjid Jami Al Ihsan. Masjid tempat Novel melakukan salat Subuh, sebelum disiram cairan yang mengandung asam sulfat, 11 April 2017. E pulang dari masjid lebih dahulu, sebelum Novel diteror.

"E yang melihat (terduga pelaku) di depan rumah Novel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2017).

E melihat orang di depan rumah Novel, tepatnya duduk di bangku semen. E mengaku hafal dengan wajah orang mencurigakan tersebut,

"Lewat saja dia, sendiri saja toh, 'woh hafal wajahnya'," ungkap Argo.

Baca: Tak Mau Mati Gaya Karena Kehabisan Baterei Ponsel saat Mudik? Cek Tujuh Tips Ini

Baca: Hasil Rampokan Capai Rp 1,5 Miliar, Pacar Kapten Perampok Ngaku Tak Dapat Bagian

Baca: Sudah Amankan Tujuh Tersangka, Polisi Buru Empat Lagi Perampok Davidson

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, lanjutnya, telah memeriksa 56 saksi. Hanya, E yang menjadi saksi kunci polisi. E dianggap yang melihat terduga pelaku, dengan jarak paling dekat.

Selain E, kata Argo, ada saksi lain yang melihat terduga pelaku di area masjid, tapi tak dianggap sebagai saksi kunci. Jarak antara saksi dan terduga pelaku cukup jauh. Tapi, polisi akan mengumpulkan keterangan-keterangan tersebut, untuk menggambar sketsa terduga pelaku.

"Kemudian, ada juga yang melihat selain di situ. Ada satu orang di pojokan di masjid. Nanti orang-orang itu, kan bisa kita tanyakan. Kalau perlu, bisa kita sketsa. Jadi, kita masih mendalami di situ," tuturnya.

Sebelumnya, Novel diserang dua orang tidak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Peristiwa terjadi setelah Novel menunaikan ibadah Salat Subuh di Masjid Jami Ah-Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua bulan berselang, polisi masih belum berhasil mengungkap kedua pelaku. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Wartakota dengan judul: Saksi Kunci Mengaku Hafal Wajah Terduga Penyerang Novel Baswedan

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help