Heboh Gajah Mada Beragama Islam

Arkeolog Ngotot Majapahit Bukan Kesultanan, Atefak Koin-Nisan Masih Kalah Dari Prasasti. Kenapa?

Arkeolog Ngotot Majapahit Bukan Kesultanan, Atefak Koin-Nisan Masih Kalah Dari Prasasti. Kenapa?

Arkeolog Ngotot Majapahit Bukan Kesultanan, Atefak Koin-Nisan Masih Kalah Dari Prasasti. Kenapa?
Muhammad Rubiul Yatim
Sebuah nisan dari zaman Majapahit yang berada di kompleks kuburan Troloyo, Trowulan, Jawa Timur 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Mahapatih Gajah Mada dan Majapahit menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan berkat tulisan Arif Barata di situs portal-islam.id.

Bagaimana tak ramai dibicarakan, tulisan yang mengutip buku "Kasultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi" karya Herman Janutama itu menyatakan, Gajah Mada beragama Islam dan Majapahit pun merupakan kasultanan.

Baca: Kenalkan Jinichi Kawakami! Ninja Terakhir di Jepang yang Masih Mampu Mendengar Suara Jarum Jatuh!

Baca: Jokowi-Obama Bakal Makan Siang Berdua di Istana Bogor, Benarkah Tak Ada Obrolan Khusus?

Baca: Heboh! Oknum Perwira Polda Tertangkap Pungli di Hotel Ini, Begini Kejadiannya!

Reaksi atas tulisan itu beragam terapi umumnya mencibir dan menertawakan. Meski demikian, banyak pihak yang mencibir sebenarnya juga tak bisa menunjukkan dasar argumennya.

Dalam diskusi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Kamis (22/6/2017), arkeolog menuturkan bahwa jika tak memahami sejarah dan arkeologi, sangat mungkin masyarakat memiliki kesimpulan yang salah tentang Majapahit.

Arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Djafar, mengatakan, artefak berbau Islam dari masa Majapahit memang banyak ditemukan.

Di Makam Troloyo, ada 100-an nisan dengan hiasan tulisan Arab. Nisan itu berasal dari masa 1203 - 1533 Masehi. Artinya, ada sejumlah nisan yang berasal dari masa sebelum berdirinya Majapahit pada 1292. Ini berbeda dengan pandangan umum yang menyatakan bahwa Islam baru muncul pada akhir kerajaan itu.

Eksistensi Islam sebelum Majapahit didukung oleh sejumlah catatan. "Ada yang menyebutkan, tahun 1082, sudah ada masyarakat Islam di Gresik," kata Hasan.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved