Sekda Pemko Tanjungpinang: Silakan Pakai Kendaraan Dinas untuk Lebaran, BBM Isi Sendiri!

Pemko Tanjungpinang mengizinkan kendaraan dinas dipakai mudik. Asalkan BBM Isi Sendiri Alias Tak Numpang Bensin Negara!

Sekda Pemko Tanjungpinang: Silakan Pakai Kendaraan Dinas untuk Lebaran, BBM Isi Sendiri!
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
Sekdako Tanjungpinang Riono 

BATAM,TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Lebaran Idulfitri 1438 Hijriah tak lama lagi. Bersempena dengan momen tersebut, pegawai Pemerintah khususnya Pemko Tanjungpinang akan menikmati libur panjang. Para pegawai akan libur mulai 23 Juni dan kembali ngantor pada 3 Juli mendatang.

Baca: Kenalkan Jinichi Kawakami! Ninja Terakhir di Jepang yang Masih Mampu Mendengar Suara Jarum Jatuh!

Baca: Terungkap! Bukan Hindu atau Islam, Menurut Arkeolog UI, Agama Gajah Mada Adalah . . .

Baca: Terungkap Alasannya! Hanya 4 Orang Ini Bisa Langsung Sambut Obama Setibanya di Bali

Selama libur Idulfitri dan cuti bersama tersebut Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono memperkenankan para pegawai dan pejabat untuk menggunakan kendaraan dinas.

"Tapi BBM isi sendiri pakai uang pribadi. Jangan menggunakan uang anggaran daerah. Kemudian juga tidak boleh dibawa ke tempat yang tidak selayaknya. Misalnya tempat hiburan. Yang penting silakan mobil dinas dipakai untuk silaturrahmi," katanya, Senin (19/2).

Riono juga meminta liburan tersebut untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bersilaturrahmi dan meningkatkan kualitas hubungan keluarga. Namun dia mengingatkan kepada pegawai untuk tetap memperhatikan kedisiplinan. Jangan samapai ada tambahan libur setelah libur panjang. Misalnya dengan alasan tidak kebagian tiket dan sebagainya.

"Kalau mau mudik harusnya diatur sehingga tetap bisa masuk kerja sesuai dengan hari yang ditentukan. Tak ada alasan tak bisa ngantor karena tak kebagian tiket. Kalau sakit pakai surat keterangan dokter," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia Kota Tanjungpinang Tengku Dahlan menjelaskan Kamis (22/6) merupakan hari terakhir pegawai ngantor. Dia juga akan melakukan sidak ke kantor-kantor untuk memastikan pegawai masuk hingga hari terakhir itu.

"Kamis 22 Juni pegawai harus masuk, kemudian tanggal 3 Juli pegawai sudah harus masuk. Hari pertama ini kita juga akan cek kehadiran pegawai. Karena kalaupun mereka ambil cuti tetap harus masuk dulu," katanya.

Bila didapati ada pegawai yang membolos, maka akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bila sakit pegawai tetap harus menyertakan surat keterangan dari Dokter.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved