Datangi Open House Ketua DPD RI, Ketua Kadin Batam Curhat ke Sapta Odang Soal Ini

Ketua DPD RI ke Batam, Ketua Kadin Sempatkan Curhat ke Sapta Odang Soal Ini

Datangi Open House Ketua DPD RI, Ketua Kadin Batam Curhat  ke Sapta Odang Soal Ini
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Ilustrasi. Sejumlah kapal lego jangkar di perairan Batuampar Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Momen hari raya idulfitri dimanfaatkan oleh Ketua Kamar Dadang dan Industri (KADIN) Batam, Jadi Rajagukguk untuk membahas dunia usaha dan perekonomian Batam.

Baca: Terungkap! Obama Sewaktu di Yogya Suka Dikeloni Ibunya. Begini Penampakan Ranjang Tidurnya!

Baca: Mengejutkan! Inilah Arti dari Emoji Sering Dianggap Menjijikkan Ini, Bikin Geleng-geleng Kepala!

Hadir dalam acara open house hari raya pertama di kediaman Ketua DPD-RI, Oesman Sapta Odang, Jadi Rajagukguk memperbincangkan kondisi‎ dunia usaha dan ekomoni Batam semakin lama semakin menurun.

Ia pun mengingatkan agar pemerintah kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) agar segera mengevaluasi semua kebijakan, peraturan dan birokrasi yang menghambat dan memberatkan dunia usaha saat ini. Termasuk pemerintah juga harus dapat mensiasati solusinya dan jika perlu memberikan insentif bagi dunia usaha.

"Presiden Joko Widodo saja dalam pidatonya selalu mengatakan, bahwa semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah harus berdampak yang seluas-luasnya baik bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi kita saat ini sudah seperti apa, bisa kita rasakan masing-masing," ujar Jadi Rajagukguk.

Ia mengingatkan, ‎ jika ada kebijakan yang justru membuat ekonomi dan dunia usaha menurun serta masyarakat tambah susah, maka dipastikan itu bukanlah kebijakan pemerintah.

"Keberhasilan suatu kebijakan publik itu tidak diukur dari seberapa besar nilai rupiah yang dihasilkan dari kebijakan itu. Tetapi seberapa besar kebijakan itu dapat memberikan kesejahteraan masyarakat, menumbuhkan dunia usaha dan meningkatkan ekonomi," katanya.

Jadi mengatakan ia sengaja memperbincangkan kondisi Batam tersebut, karena semakin banyak pengusaha yang sudah mengeluh ke Kadin Batam. Menurut Jadi ada beberapa root cause yang membuat dunia usaha di Batam drop. Hal itu seperti yang dirasakan oleh pengusaha.

Jadi mencontohkan, satu diantara pengusaha yang bergerak bidan fabrikasi oil and gas, mengeluh drop karena faktor banyaknya demo pekerja di Batam. Khususnya saat kenaikan UMK yang menyebabkan banyak terjadi hari libur yang tidak teratur.

"Masih soal pekerja, selain demo-demo buruh, pengusaha juga mengeluh banyak kelompok pemuda tempatan yang meminta pekerjaan di suatu perusahaan. Batam ini wilayah yang kecil, masyarakat tempatan itu masyarakat Batam juga. Siapapun sebenarnya punya hak dalam mencari nafkah, terutama yang benar-benar punya skilled," tutur dia.

Sementara dari sisi pemerintah, pengusaha mengeluhkan proses birokrasi yang terkesan berbelit. Pengusaha bahkan bingung mengenai peran pemerintah dalam hal pembebanan tarif tertentu. Ditambah lagi banyaknya proyek pemerintah yang justru diberikan kepada kontraktor di luar Batam.

"Tanpa disadari, kontraktor Batam ini lebih bonafit sebenarnya. Tapi terkadang beberapa proyek pemerintah sepertinya mengkhawatirkan di soal pembayarannya," ucap dia.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help