Terungkap Alasannya! Pembiayaan APBD Batam 2018, Pemko Prioritaskan Pinjaman Dana Bergulir

Terungkap! Pembiayaan APBD Batam 2018, Pemko Prioritaskan Pinjaman Dana Bergulir

Terungkap Alasannya! Pembiayaan APBD Batam 2018, Pemko Prioritaskan Pinjaman Dana Bergulir
Humas Pemko Batam
Ilustrasi. Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian RI, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur jalan, drainase, utilitas perkotaan, kebersihan kota dan pengendalian banjir, masih menjadi prioritas pembangunan Kota Batam pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 mendatang.

Baca: Suasana Duka Melangiti Kampung Nanas Setelah Dokter Awal Bros Katakan Ini

Baca: Edo Akhirnya Mengembuskan Nafas Terakhir, Dari Mulutnya Keluar Air Berlumpur

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat rapat paripurna membahas rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Batam tahun anggaran 2018 di DPRD Kota Batam.

Selain fokus pada peningkatan infrastruktur jalan dan drainase, Pemko Batam juga fokus pada peningkatan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, peningkatan sarana dan prasarana transportasi dan perumahan.

Di samping fokus pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan hinterland dan pengembangan kawasan perbatasan, peningkatan pemberdayaan perekonomian masyarakat berbasis UMKM dan koperasi.

"Pemko Batam juga fokus pada peningkatan pengembangan kepariwisataan, fasilitas investasi dan promosi. Pembinaan, pengendalian dan penertiban kawasan yang tidak sesuai dengan peruntukan fasos, fasum, ROW dan peningkatan kapasitas tata kelola pemerintah dan optimalisasi teknologi informasi," kata Amsakar, Kamis (22/6) lalu.

Sementara itu, terkait dengan rencana pendapatan, Amsakar mengatakan pihaknya memproyeksikan target pendapatan APBD Kota Batam pada rancangan KUA dan PPAS APBD 2018 sebesar Rp 2,62 triliun.

Lebih tinggi dibandingkan target APBD 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Pendapatan itu diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target Rp 1,226 triliun. Kemudian dana perimbangan Kota Batam yang ditargetkan sebesar Rp 1,045 triliun.

"Kemudian pendapatan yang berasal dari lain-lain pendapatan yang sah targetnya Rp 234,9 miliar, dan penerimaan daerah dari sisi pembiayaan diperkirakan sebesar Rp 116,8 miliar," ujar dia.

Amsakar melanjutkan, dalam hal kebijakan penerimaan pembiayaan Kota Batam pada 2018 merupakan sisa kas daerah di bank dan penerimaan kembali pemberian pinjaman dana bergulir, peruntukkannya akan digunakan untuk mengganggarkan posisi penerimaan kembali pinjaman yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Disamping itu juga akan digunakan untuk menutup defisit anggaran belanja pada Rancangan KUA dan PPAS APBD 2018.

"Pengeluaran pembiayaan APBD Kota Batam pada 2018, diprioritaskan untuk pemberian pinjaman dana bergulir kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan dan mendorong tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat usaha kecil menengah di Kota Batam," kata Amsakar.(*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Kamis (29/6/2017)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help