Tahu Anaknya Ditangkap Hendak Maling Motor, Mengejutkan Sang Ayah Minta Polisi Hukum Berat

Tahu Anaknya Ditangkap Hendak Maling Motor, Mengejutkan Sang Ayah Minta Polisi Hukum Berat. Ini Pemicunya!

Tahu Anaknya Ditangkap Hendak Maling Motor, Mengejutkan Sang Ayah Minta Polisi Hukum Berat
tribunbatam/aminnudin
Pelaku dugaan maling motor di Kijang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Berbekal artikel Tribun Batam edisi Rabu (28/6), ayah tiri tersangka pencurian dan pemberatan (curat) yang tertangkap pada Selasa di Jalan Sei Datuk mendatangi Mapolsek Bintan Timur, Kamis (29/6/2017) siang.

Baca: BREAKINGNEWS: Diduga Hendak Maling Motor, Pria Ini Bonyok Dihajar Warga. Begini Kondisnya!

Baca: Ehem! Model Panas Promosikan Seragam Baru Klub Ini, Posenya Bikin Panas Dingin!

Baca: Terungkap! Inilah 11 Hak Mengejutkan Seputar Puting Payudara, Nomor 10 Bikin Penasaran!

Kedatangan sang ayah rupanya dalam rangka memberikan dukungan penuh atas langkah hukum yang dilakukan personil Polsek Bintan Timur terhadap ST (22), pelaku. Sang ayah rupanya sudah lama mencari keberadaan ST di Batam, namun tak pernah ketemu. Keluarga bingung kemana gerangan ST hilang. Hingga akhirnya, pada Rabu mereka menemukan ST terpampang di koran Tribun.

"Sampai pada kemarin (Rabu) tiba-tiba kita orang buka koran Tribun, eh nampak pula wajah dia di situ dengan berita ketangkap sama warga gara-gara nekat mau curi motor. Cepat cepatlah kami memutuskan ke sini (Kijang) lihat dia, geram rasanya sama dia ini,"kata salah satu keluarga tersangka di depan ruang Reskrim Polsek Bintan Timur usai kasus curat diekspose.

Sang ayah meminta ST dihukum berat karena dianggap keterlaluan. Mereka bahkan meminta hukuman sang pelaku baiknya diperberat saja. Pelaku dianggap bebal, tidak hanya terlibat percobaan curat di Kijang, namun juga telah membawa kabur ATM keluarga. Sesuatu yang sangat disayangkan.

Kapolsek Bintan Timur melalui Kepala Unit Reskrim Ipda Anjar Rahmat Putra mengatakan, pelaku ST memang merupakan warga asal Batam.

Pelaku selama sepekan berada di Kijang. Rencananya hendak balik kampung melalui pelabuhan Sribayntan Kijang. Namun sebelum balik ke kampung, ST berencana mau mencari duit dulu untuk uang tiket. Sayangnya duit dimaksud dicari tidak dengan cara halal, tapi dengan aksi nekat curat. Sasarannya adalah sepeda motor Honda Matic Vario yang kebetulan markir di depan rumah makan di Jalan Sei Datuk Kijang yang sedang tutup lebaran. Percobaan curat dijalankan pada Selasa lalu namun gagal akibat ketahuan warga.

Berdasarkan pengakuan anak pemilik rumah makan kepada polisi, ST sebetulnya sudah berniat nyolong motor pada Senin (26/6). Namun gagal karena kepergok anak pemilik rumah makan.

"Sebelum tertangkap pada Selasa, pelaku sebelumnya sudah pernah datang pada Senin di lokasi (depan rumah makan Sei Datuk), tapi waktu itu ketahuan anak pemilik rumah makan. Anak pemilik rumah makan sempat nanya sama pelaku, mau ngapain, pelaku jawab mau mesan makan tapi tak jadi karena masih tutup, itu alasannya,"kata Anjar menirukan jawaban saksi mata kepada pelaku.

Gagal di hari pertama, pelaku datang lagi pada Selasa. Kali itu ST berhasil mendapatkan kunci motor yang ada depan rumah makan namun ternyata kunci tersebut salah. Meski kunci salah, ST terus mencoba memasukan kunci ke motor berkali kali dengn berbagai cara. Namun pelaku tidak sadar aksi itu terpantau tetangga rumah makan. "Begitu didatangi, pelaku kabur. Namun tetap didapat oleh warga dan sempat menjadi bulan bulanan dari masyarakat hingga akhirnya kami amankan,"kata Anjar.

ST dikenakan pasal 363 tentang Pencurian Dengan Pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help