Pro Kontra Kebun Karet di Anambas

Setelah Rusuh, Hari Ini Pihak KJJ Lapor ke Polda Kepri dan Mabes TNI. Ini Pemicunya!

Setelah Rusuh, Hari Ini Pihak KJJ Lapor ke Polda Kepri dan Mabes TNI. Ini Pemicunya!

Setelah Rusuh, Hari Ini Pihak KJJ Lapor ke Polda Kepri dan Mabes TNI. Ini Pemicunya!
Muhammad Abdul Rahman
Alat berat milik PT KJJ yang dibakar massa di Jemaja Timur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Kerusakan riil yang dilami PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) akibat dibakar sekelompok massa di Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur, Anambas, Kepri Kamis (29/6) siang telah keluar.

Baca: Terungkap! Inilah 11 Hal Mengejutkan Seputar Puting Payudara, Nomor 10 Bikin Penasaran!

Baca: Edan! Tanpa Busana Diperkosa, Korban Malah Mengira Sedang Mimpi Basah!

Data Polda Kepri melalui Kabid Humas Kombes Pol S Erlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/6/2017) mengungkapkan, sejumlah aset KJJ yang dibakar di antaranya 16 unit bulldozer, Dump Truck 2 Unit, mobil jenis Pick up 1 unit, Kobelco Komatsu atau beko 3 unit. Selanjutnya pemotong somil 1 unit, Lory Tronton Krane 2 unit, pickup Ranger 1 unit dan Traktor kepiting Komatsu 1 unit. Total kerugian ditaksir puluhan miliar rupiah.

Kondisi di lokasi menurutnya, berangsur kondusif. Kapolres Anambas AKBP Junoto dan unsur muspida lainnya telah mengimbau massa menarik diri. "Kapolres bersama Wabup dan Camat Jemaja dan Jemaja Timur melakukan Himbauan kepada sekelompok masa untuk segera meninggalkan lokasi TKP," kata Erlangga.

Polisi telah menyeterilkan TKP dengan garis polisi, sekurangnya 50 personel TNI-polri berjaga-jaga di TKP. Versi jumlah massa yang melakukan pembakaran berbeda dengan laporan rilis sebelumnya. Yang hanya merilis 100 orang. Ternyata angka ini jauh lebih banyak. Polda Kepri merilis, ada sekitar 300 massa yang melakukan pembakaran.

Kuasa hukum PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ) Mohamad Abdul Rahman mengatakan, Jumat pagi ini membuat laporan resmi ke Mapolda Kepri. Tujuannya, agar ditangani serius insiden itu dan segera menangkap otak pelaku dan sipil yang terlibat dalam pembakaran.

"Pagi (Jumat,red) kami ke Polda Kepri terkait insiden ini. Selain ke Polda, karena ini masalah serius soal investor PMA, kami akan teruskan laporan di Jakarta ke Presiden RI dan Mabes TNI terkait adanya oknum TNI AD yang terlibat menghasut dan memprovokasi massa," kata Rahman. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help