Mapolda Sumatera Utara Diserang Teroris

WELEH! Tersangka Penyerang Mapolda Sumut Pinjam Uang ke Bank Agar Bisa Gabung ISIS

alah satu tersangka penyerangan pos penjagaan Polda Sumatera Utara, Syawaluddin Pakpahan, meminjam uang sebesar Rp 20 juta ke bank

WELEH! Tersangka Penyerang Mapolda Sumut Pinjam Uang ke Bank Agar Bisa Gabung ISIS
TRIBUN MEDAN/HO
Dua orang terduga teroris menyerang pos II penjagaan pintu keluar Markas Polad Sumatera Utara di Jalan Sisingamangaraja, Minggu (25/6/2017) dini hari 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu tersangka penyerangan pos penjagaan Polda Sumatera Utara, Syawaluddin Pakpahan, meminjam uang sebesar Rp 20 juta ke bank untuk biaya pergi ke Suriah pada tahun 2013.

"Dia berutang sebesar Rp 20 juta ke bank untuk pergi ke Suriah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kenayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017).

Syawaluddin adalah pedagang kecil di Medan.

"SP bersama istrinya sebagai penjamin peminjaman uang dari sebuah bank di Medan sebesar Rp 20 juta," tambah Rikwanto.

Uang tersebut kemudian digunakan Syawal untuk membiayai kepergiannya ke Suriah dan tinggal di sana selama enam bulan.

Sekembalinya ke Tanah Air, Syawal merekrut tetangganya sesama pedagang kecil, yakni Ardial Ramadhani , Hendry Pratama alias Boboy dan Firmansyah Putra Yudi.

Baca: TERNYATA, Selain Polda Sumut, Kelompok Syawaludin Incar Markas TNI dan Kawasan Asia Megamas Medan

Baca: Ada Penangkapan di Sagulung, Batam Terkait Teroris Medan? Polda Kepri Bilang Ini

"Ketiganya direkrut untuk menjadi kaki tangan Syawaluddin," katanya.

Mereka diketahui merupakan simpatisan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Dalam jaringan sel JAD, SP menjadi pemimpinnya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help