Pasca Brimob Ditusuk, Kapolres Bintan Perintahkan Anggotanya Tidak Boleh Jaga Pos Sendirian!

Pasca Brimob Ditusuk, Kapolres Bintan Perintahkan Anggotanya Tidak Boleh Jaga Pos Sendirian!

Pasca Brimob Ditusuk, Kapolres Bintan Perintahkan Anggotanya Tidak Boleh Jaga Pos Sendirian!
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Sejumlah anggota Brimob berjaga di lokasi penembakan pelaku penusukan anggota Brimob di Masjid Falatehan yang ada di dekat Lapangan Bhayangkara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Pasca serangan terduga teroris di Mapolda Sumatra Utara dan berselang bebera hari lalu terjadi lagi insiden penusukan di Masjid Falatehan Blok M yang berada di seberang Mabel Polri, Jakarta, jajaran Kepolisian Resor Bintan meningkatkan kewaspadaan.

Baca: Ehem! Beginilah Penampakan Soyou Foto Bugil Dada di Bali, Ini Alasannya!

Baca: Heboh! Rumah Bintang Sepakbola Frank Lampard Jadi Rumah Bordil, Isinya Bikin Geleng-geleng Kepala!

Baca: Bikin Menangis! Bocah 10 Tahun Sendirian Urus Kakeknya yang Lumpuh, Rela Putus Sekolah!

Peningkatan tidak hanya terjadi di Makopolres sendiri, namun juga di pos pos jaga pusat pusat keramaian yang ada. Khusus di unit pos ramadniyah dan pos tugas yang ada Polres Bintan sudah memberikan himbauan kepada anggota yang bertugas untuk tidak sendirian.

Ini demi keselamatan personil kepolisian di lapangan. Keselamatan personil sangat diutamakan sebab tugasnya langsung berhadapan dengan pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.

"Tidak boleh bertugas sendirian. Setiap penjagaan di pos harus ada lebih dari satu, saya sangat tekankan hal ini,"kata Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto kepada Tribun, Minggu (3/7).

Khusus di Mapolres, sejak dulu jauh sebelum peristiwa peristiwa yang diduga teror menyasar institusi kepolisian, Polres Bintan sudah menerapakan sistem keamanan satu pintu. Setiap warga yang hendak keluar masuk Mapolres dikenakan wajib lapor dengan identitas lengkap.

"Kalau sistem demikian kita sudah lama menerapkan. Pintu masuk mako satu pintu, dulu kan dua pintu. Setiap pos jaga masuk dijaga dua hingga empat personil,"kata Guntur.

Pada malam lalu, jumlah personil langsung ditambah, pasca serangan orang tak dikenal terhadap personil polisi di Masjid Falatehan Blok M, Jakarta, sebelah lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Hal itu sebagai antisipasi dini yang juga dilakukan di jajaran polres yang lai di Indonesia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help