Bikin Menyayat Hati! Ini Percakapan Terakhir Korban Heli Basarnas Jatuh!

Bikin Menyayat Hati! Ini Percakapan Terakhir Korban Heli Basarnas Jatuh!

Bikin Menyayat Hati! Ini Percakapan Terakhir Korban Heli Basarnas Jatuh!
Kompas.com/ Syahrul Munir
Jenazah Nyoto Purwanto (36), anggota Basarnas yang menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter Basarnas di Temanggung dalam perjalanan ke pemakamn umum di Dusun Promasan RT 01 RW 02, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin (3/7/2017) siang 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SALATIGA-Suparji (65), ayahanda Nyoto Purwanto (36), anggota Basarnas yang menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter Basarnas di Temanggung hingga kini masih tidak percaya anak pertamanya sudah menghadap yang kuasa.

Baca: Korban Heli Basarnas Tinggalkan 2 Balita, Sang Istri Terus Menangis Saat Pemakaman

Baca: Mendengar Dirinya Dituntut Hukuman Seumur Hidup. Mengejutkan! Inilah Reaksi Dimas Kanjeng!

Baca: Duduk Sebagai Pesakitan Kasus Suap, Patrialis Ngeyel Sangkal Terima Suap. Ini Reaksi Hakim!

“Kami masih tidak percaya, tetapi bagaimanapun kami harus ikhlas. Semoga dia tenang dan kami selalu ikhlas, semoga dia meninggal khusnul khotimah," kata Suparji, di rumah duka, Kampung Promasan, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin (3/7/2017).

Suparji yang datang bersama istri dan kedua adik korban dari Blora juga mengaku masih mengingat kejadian Minggu (2/7/2017), atau beberapa jam sebelum musibah jatuhnya helikopter.

Saat itu, Nyoto menelpon dirinya dan ingin berbicara dengna ibunya, Kusminingsih. "Kalau mau berangkat bertugas selalu menelepon ke rumah, pamitan minta doa. Kemarin pamit mau ke Dieng," ujarnya.

Namun tak disangka, itulah percakapan terakhirnya dengan almarhum sebelum musibah helikopter Basarnas di Temanggung. Ia mengaku sangat syok mendengar kabar tersebut. Karena ia tahu anaknya ikut terbang di kapal tersebut.

"Sejak remaja dia memang suka dengan kegiatan sosial, hingga dia bergabung di Basarnas pada 2006 silam. Dia masuk di nomor 11 dari 32 orang yang diterima di Basarnas ketika itu," kenang Suparji.

Nyoto Purwanto lahir 23 Oktober 1981. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang nomor tiga, Jupri Wicaksono juga mengikuti jejak sang kakak menjadi anggota Basarnas Jateng.

"Mohon dimaafkan segala dosa dan kesalahan almarhum," ucapnya.

Jenazah Nyoto Purwanto (36), tiba di rumah duka di Dusun Promasan RT 01 RW 02, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin (3/7/2017) pukul 11.45 WIB.

Sebelum dimakamkan, jenazah Nyoto di shalatkan di mushala yang terletak sekitar 50 meter di samping rumah duka. Selanjunta ratusan pelayat mengantarkan Nyoto ke peristirahatan terakhir di pemakaman desa setempat.

Nyoto Purwanto bergabung sebagai anggota Basarnas sejak 1 April 2006 dengan pangkat awal Pengatur Muda (II/A) dan pangkat terakhir Pengatur tingkat satu (II/D). Jabatan terakhir almarhum adalah sebagai rescuer terampil.

Nyoto meninggalkan seorang istri, Astuti dan seorang anak bernama Rifky Pradana S yang masih berusia enam tahun. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sebelum Helikopter Basarnas Jatuh, Nyoto Sempat Telepon dan Pamit ke Orangtuanya

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved