Hari Pertama sudah 300 Pendaftar, Kadisdik Tinjau Pendaftaran Siswa di SMP 1 Karimun

Hari Pertama sudah 300 Pendaftar, Kadisdik Tinjau Pendaftaran Siswa di SMP 1 Karimun

Hari Pertama sudah 300 Pendaftar, Kadisdik Tinjau Pendaftaran Siswa di SMP 1 Karimun
TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA
Suasana hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Karimun, Senin (3/7/2017). Pada hari pertama sudah melebihi kuota yakni 224 siswa untuk tujuh lokal 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPBD) tahun ajaran 2017/2018 untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karimun mulai dibuka Senin (3/7/2017). Salah satu yang membuka PPDB kemarin yakni SMP Negeri 1 Karimun, jalan Pendidikan, Tanjungbalai Karimun.

Baca: Ekonomi Batam Lesu, Blok-blok Dormitory Banyak Tak Berpenghuni. Ini Kondisinya!

Baca: Berkas Kasus Pembunuhan Jepit Pintu Tunggu Jaksa, Polsek Lubuk Baja Siapkan Rekonstruksi

Baca: Polisi Tembak Sarawi, Tersangka Pembegalan di Batuaji, Ini Sepak Terjangnya!

Pada hari pertama dari dua hari yang direncanakan, pendaftaran sudah membeludak hingga 300 pelamar. Padahal sekolah hanya menyediakan kuota sebanyak 224 siswa untuk tujuh lokal atau 32 siswa satu lokal. Meski begitu, pihak SMP N 1 Karimun rencananya tetap akan membuka pendaftaran sesuai jadwal yakni hingga Selasa (4/7/2017).

“Masih akan dibuka hingga besok,” ujar Plt Kepala SMP N 1 Karimun, Syahmaiti, Senin. Untuk mengantisipasi membeludaknya pendaftar dan demi keadilan, pihak SMP N 1 Karimun rencananya akan menggelar tes seleksi sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Karimun. Namun seperti apa tesnya, masih menunggu petunjuk teknis dari Disdik Karimun.

“Bagi pendaftar yang berprestasi di SD bisa langsung lulus tanpa tes,” terang Syahmaiti. Sementara itu, Kadisdik Karimun, Bakri Hasyim mengatakan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 menggunakan sistem zonasi atau wilayah. Sekolah diutamakan menerima siswa yang bertempat tinggal di sekitar sekolah dengan cara menunjukkan Kartu Keluarga (KK) saat mendaftar.

Bakri Hasyim menyebutkan pemberlakukan zonasi ini bertujuan untuk pemerataan sehingga semua anak tertampung dan sekolah terisi. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya masih ada sekolah yang kekurangan siswa dikarenakan calon siswa memilih sekolah yang jauh dari rumah.

“Lagipula sekolah dekat rumah, itu lebih hemat. Kalau sekolah yang jauh dari rumah kan cukup memberatkan orangtua juga. Percaya lah, sekolah kini sudah hampir merata kualitasnya. Soal biaya, itu relatif ya,” ujar Bakri disela-sela meninjau PPDB di SMP N 1 Karimun. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help