Ketahanan Pangan: Indonesia Hanya Memiliki 28 Tahun

Indonesia harus mencapai ketahanan pangan ketika berusia 100 tahun kemerdekaan agar mimpi sebagai bangsa besar pada tahun 2085 dapat terwujud.

Ketahanan Pangan: Indonesia Hanya Memiliki 28 Tahun
ist
Buku Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran terbitan Gramedia Pustaka Utama pada Juli 2017 ini. Istimewanya buku ini ditulis oleh delapan penulis muda 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM  - Indonesia harus mencapai ketahanan pangan ketika berusia 100 tahun kemerdekaan agar mimpi sebagai bangsa besar pada tahun 2085 dapat terwujud.

Namun demikian, ketahanan pangan pada tahun 2045 itu dapat tercapai hanya jika bangsa Indonesia bekerja keras mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

Dengan merujuk pada ramalan mantan Menlu AS, Henry Kissinger pada tahun 20012,  mencapai ketahanan pangan pada tahun 2045 dapat diartikan Indonesia akan memenangkan Perang Proksi atau yang sering disebut sebagai Perang Generasi Keempat (G-IV).

Demikian inti sari buku “Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran”  terbitan Gramedia Pustaka Utama pada Juli 2017 ini.  Istimewanya buku ini ditulis oleh  delapan penulis muda, yakni  Gary Eka Luviano , Ummu Mu’minah Shoraya, Adinda Mirza Maulidya,  Yehezkiel Adiperwira, Iyan Fajri, Deni Dwiguna Sulaeman, Muhammad Ihwan Fahrurrazi dan Taufik Aldila Armaputra yang sehari-harinya adalah pegawai Petrokimia Gresik.

Editor buku ini adalah Rahmad Pribadi, Direktur SDM Petrokimia Gresik dan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Baturaja.

Demikian dijelaskan oleh Wandi S Brata, Direktur Utama Penerbit Gramedia Pustaka Utama kepada media, Senin (3/7/2017).

Dari kacamata penerbit, buku tersebut merupakan salah satu jalan keluar penting yang harus dilakukan pemerintah dan bangsa Indonesia agar Indonesia tidak tergantung pada impor pangan dari negara lain.

 “Saya kira, ini terobosan strategis yang dilakukan oleh Rahmad Pribadi sebagai Direktur SDM yang dengan berani mendorong dan sekaligus mau memberi kepercayaan kepada generasi muda untuk melihat masa depan bangsa dan negaranya. 

Buku ini merupakan cara pandang generasi muda terhadap masa depan negaranya, yang sebenarnya masa depan mereka sendiri. Ini penting sekali, karena menentukan posisi Indonesia ketika kelak para penulis muda ini menerima tongkat estafet kepemimpinan,” tegas Wandi S Brata.

Menurut Wandi S Brata, amat jarang seorang Direksi memberi kepercayaan kepada generasi muda yang terkait dengan hal-hal strategis. Buku “Memumpuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran” ini memberikan pencerahan dan petunjuk bagi bangsa Indonesia untuk segera melakukan sesuatu agar  Indonesia tidak terbeli oleh negara asing dengan cara terlanjur amat tergantung dari negara lain. 

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved