TribunBatam/

Ragu Pendaftaran Online Sekolah, Orangtua di Pinang Pilih Daftar Langsung

Ragu Pendaftaran Online Sekolah, Orangtua di Pinang Pilih Daftar Langsung

Ragu Pendaftaran Online Sekolah, Orangtua di Pinang Pilih Daftar Langsung
TribunBatam/Wahib Waffa
Suasana pendaftaran siswa di SMPN 5 Tanjungpinang

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)‎ di SMPN 5 Tanjungpinang ramai dipadati pendaftar wali murid bersama anaknya. Orangtua murid mengaku memilih jalur langsung ketimbang melalui online. Jika secara langsung, pendaftar dapat memastikan bahwa berkasnya dapat diterima.

Baca: Ekonomi Batam Lesu, Blok-blok Dormitory Banyak Tak Berpenghuni. Ini Kondisinya!

Baca: Berkas Kasus Pembunuhan Jepit Pintu Tunggu Jaksa, Polsek Lubuk Baja Siapkan Rekonstruksi

Baca: Polisi Tembak Sarawi, Tersangka Pembegalan di Batuaji, Ini Sepak Terjangnya!

Jika secara online, merekaterkadang masih ragu apakah pendaftaranya telah diterima. Terlebih tidak ada konfirmasi jika ‎berkas pendaftaranya telah diterima. Hanya tulisan centang terkirim kepada wibsite sekolah yang dituju. Hal itu membuat para wali murid memilih aman dengan datang langsung ke sekelolahan.

Seperti yang disampaikan Indri, ibu beranak dua ditemui di halaman SMP 5 mengaku tidak berani mengambil resiko mendaftar sistem online. Jika belum terdaftar karena jaringan eror, tak ada yang bisa disalahkan. "Kalau ia terkirim daan berkas diterima. Kalau tidak karena kendala eror sinyal, gak bisa juga saya salahin sekolahnya," ungkapnya.

Menurutnya, memutuskan anak sekolah di suatu tempat telah menjadi keputusan bulat dengan berbagai macam pertimbanganya. Mulai dari kualitas sekolah, jarak tempuh ke sekolah hingga minat anak itu sendirii yang menurutnya nyaman belajar ditempat yang telah menjadi pilihanya.

"Daftar sekali tidak diterima pasti namanya anak kecewa. Apalagi kalau daftar lewat online namun tak teregister dan kemudian pasti tidak diterimaa, itu lebih kecewa lagi," ungkapnya Senin (3/7) siang.

Begitu juga dengan ‎pendaftar lainya yang mengaku masih sangsi dengan sistem pendaftaran online. Pendaftaran online lebih ribet meski tidak melelahkan. Namun menurutnyaa transparansinya belum bisa dipertanggung jawabkan pihak sekolah.

"Kurang transparan. Kita bukanya curiga dan tidak percaya sistem online, tapi antisipasi saja. Ini keputusan sekali untuk anak. Tak masuk ke sekolah yang diharapkan tidak hanya anak saja kecewa, saya juga kecewa," kata wali murid lainya.

Selain itu juga dikatakan oleh walimurid tersebut, pendaftaran sekolah dengan datang ke sekolah sudah seperti budaya dan kebiasaan kebanyakan orang. Dimana datang ke sekolah sekaligus mengenal kondisi sekolah secara langsung.

"Bagi saya dah kebiasaan daftar langsung. Jadi aneh juga kalau daftar sekolah lewat online. Saya saja juga tak tau websitenya masak mau masih nyari-nyari. Datang saja lebih mudah meski ngantri," katanya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help