Pro Kontra Perkebunan Sawit di Anambas

BREAKINGNEWS: Tim Pencari Fakta ke Jemaja, Sisir TKP dan Periksa Kantor Camat Jemaja!

Tim Pencari Fakta ke Jemaja, Sisir TKP dan Periksa Kantor Camat Jemaja! Begini Penjelasannya!

BREAKINGNEWS: Tim Pencari Fakta ke Jemaja, Sisir TKP dan Periksa Kantor Camat Jemaja!
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Massa membakar alat berat milik PT KJJ di Jemaja, Anambas, Kamis (29/6/2017) siang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Tim Pencari Fakta dari Polda Kepri hari ini dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan di kantor Camat Jemaja. Tim yang diketahui dipimpin oleh AKBP Tua Turnip serta tiba sejak Senin (3/7) menggunakan kapal ferry dari Tanjungpinang itu turun ke pantai Telapan lokasi paska pembakaran puluhan alat berat milik perusahaan Kartika Jemaja Jaya (KJJ) oleh sekelompok massa yang menolak keberadaan alat berat itu.

Baca: Ketahuan! Saksi Mata Lihat Pasangan Kasmaran Song Song Couple Liburan di Bali, Ini Hotelnya!

Baca: Ehem! Adik Kim Kardashian Blak-blakan Soal Bokong dan Keperawanan! Begini Pengakuannya!

Baca: Berjaket Trail ala Jokowi, Wabup Bintan Cek Pasukan TNI di Tentara Masuk Desa. Dimana Belinya?

Sayangnya, baik tim dari Polda maupun dari Polres Anambas yang datang ke Jemaja enggan berkomentar banyak mengenai hal ini. ‎Proses pemeriksaan pun, berlangsung tertutup. "Saya tidak bisa berkomentar. Yang jelas,kami hadir di sini untuk membantu Kapolres," ujar Tua Turnip yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Batuaji di Batam ini Selasa (4/7/2016).

‎Tim yang didampingi oleh pejabat Pemda seperti Wakil Bupati, Sekda, Camat serta perwakilan TNI ini pun, telah sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti. Belum diketahui secara pasti berapa lama tim pencari fakta itu berada di Pulau Jemaja. Namun hadirnya tim pencari fakta ke Jemaja, diharapkan warga dapat membuka titik terang mengenai permasalahan ini.

Masyarakat khususnya yang menolak menilai, hadirnya perusahaan di Jemaja belum memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. Hal ini justru bertentangan dengan perwakilan perusahaan yang mengklaim dokumen perizinan telah dilengkapi oleh perusahaan.

"‎Harapan kami, semoga tim yang datang dapat bersikap obyektif. Sebelum melanjutkan ini ke proses hukum. Lihat dulu dokumen perizinan yang mereka (perusahaan,red) punya," ungkap Ali salahseorang warga Jemaja. Ia mengatakan, klaim perusahaan yang mengatakan telah mengantongi izin Amdal menjadi salahsatu kecurigaan warga. Warga menilai, darimana izin tersebut bisa dikeluarkan sementara, mayoritas masyaraat menolak keberadaan perusahaan itu.

"Kami memang tidak paham-paham sangat tentang hukum. Tapi kami mohon kepada Bapak Ibu pejabat, coba ditinjau lagi izin dan dokumen perusahaan itu," ungkapnya.

Dibagian lain, upaya hukum dari perwakilan perusahaan benar-benar dibuktikan.‎ Legal PT. KJJ Abdul Rachman telah melaporkan pembakaran sejumlah alat berat ini ke Mapolda Kepri pada 30 Juni 2017 kemarin. Belasan warga diketahui dilaporkan dengan Pasal 187 jo 170 KUHP tentang pembakaran dan pengerusakan yang mengakibatkan kerugian.

"Kami sudah buat laporan ke Polda Kepri. Saat ini tengah ditindaklanjuti. Sekali lagi kami sampaikan, perusahaan kami ini jelas. Ini investasi dengan nilai yang tidak sedikit‎. Nilainya ratusan miliar," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved