DPR Usul Minuman Bersoda Sebagai Objek Cukai Baru

Ekstensifikasi harus dilakukan lantaran negara tidak bisa hanya mengandalkan potensi pajak untuk mengejar target penerimaan.

DPR Usul Minuman Bersoda Sebagai Objek Cukai Baru
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan target rasio penerimaan pajak mencapai 11-12 persen.

Namun, akan sulit jika hanya mengandalkan penerimaan pajak.

Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari menyatakan, ekstensifikasi cukai bisa menambal penerimaan negara.

Eva pun mengapresiasi rencana pemerintah menambah objek cukai guna menggenjot penerimaan negara.

"Rencana ekstensifikasi masuk akal untuk pembiayaan pembangunan. Pemerintah harus menggali upaya pemasukan, termasuk dengan penghematan yang sudah jadi kebijakan RAPBN 2018," kata Eva dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7/2017).

Menurut Eva, ekstensifikasi harus dilakukan lantaran negara tidak bisa hanya mengandalkan potensi pajak untuk mengejar target penerimaan.

Baca: Bendera ISIS Dipasang di Mapolsek Setelah Subuh Oleh Pengendara Motor

Baca: Ruas Jalan Underpass Pelita Segera Dilebarkan, Ini yang Dilakukan Satpol PP Batam

Apalagi masih ada hambatan di internal Direktorat Jenderal Pajak, seperti pengelolaan sistem data yang belum terintegrasi, maupun koordinasi lintas instansi dalam menguatkan kinerja.

Eva mengatakan, pemerintah bisa memasukkan produk plastik, dan minuman bersoda sebagai objek cukai baru.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help