Jika Orangtua Berani Tarik Tunai KJP, Pemprov DKI Siapkan Sanksi Khusus

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk menarik tunai bantuan yang diberikan pemerintah.

Jika Orangtua Berani Tarik Tunai KJP, Pemprov DKI Siapkan Sanksi Khusus
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk menarik tunai bantuan yang diberikan pemerintah di bidang pendidikan tersebut. 

"Sistem kami tetap masih sama, aturan KJP ini kan berdasarkan aturan pencairan bukan karena ada Pak Ahok atau tidak. Jadi kebijakan kami masih sama," ujar Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto kepada Kompas.com, Selasa (4/7/2017) malam.

Bowo mengatakan, pencairan KJP yang legal sudah diatur secara berkala oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pencairan dalam jumlah tertentu untuk keperluan transportasi siswa bisa dilakukan setiap pekan.

Namun, pencairan di gerai-gerai yang melayani pengguna KJP tidak diperbolehkan.

Baca: Ratu Kecantikan Ini Buat Siaran Langsung Beberapa Detik Sebelum Kematiannya

Baca: ALAMAK. AC Pesawat Rusak, Beginilah Nasib 168 Penumpang Air India Selama Tiga Jam

Bowo menegaskan siswa diberi KJP agar memeroleh fasilitas pendidikan yang baik dan terpenuhinya kebutuhan untuk sekolah.

"Maka mereka ini diberi kesempatan memiliki kehormatan dan harga diri. Sudah dibantu seperti itu, tapi kalau ternyata diselewengkan untuk kepentingan orangtuanya, kami minta data mereka ini siapa dan akan ada tindak lanjut dari kami," ujar Bowo.

Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki atau Ahok tegas dengan larangan tarik tunai KJP. Aturan ini dibuat agar anggaran untuk siswa tidak disalahgunakan oleh para orangtua.

Ahok pun membuat aturan KJP hanya bisa digunakan untuk belanja. Selain keperluan sekolah, KJP bisa digunakan untuk membeli daging sapi dan daging ayam dengan harga murah. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul : Ada atau Tidak Ada Ahok, KJP Tidak Boleh Ditarik Tunai

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help