Elpiji 3 Kiloan Dilarang Masuk Tambelan, Camat Lirik Elpiji 12 Kiloan Kalimantan

Elpiji 3 Kiloan Dilarang Masuk Tambelan, Camat Lirik Elpiji 12 Kiloan Kalimantan

Elpiji 3 Kiloan Dilarang Masuk Tambelan, Camat Lirik Elpiji 12 Kiloan Kalimantan
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi. Suasana pengantaran elpiji di pelabuhan di Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Camat Tambelan Akhyaruddin harus berpikir ekstra. Wilayah yang ditanganinya menghadapi banyak kendala dan problematika terutama kaitannya dengan hajat hidup warganya saat ini. Selain listrik, giliran gas untuk masak yang dihadapi.

Baca: Mengejutkan! Jadi Pengawal Christiano Ronaldo, Hal Ini Paling Ditakuti Bodyguard Asli Indonesia Ini

Baca: Terungkap! Inilah 5 Alasan Song Joong Ki Kebelet Nikahi Song Hye Kyo!

Baca: Viral Pengakuan Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun, Dia Sempat Ancam Begini!

Pasca kegiatan nelayan Tambelan memasok elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dilarang dari Kalimantan, Akharuddin harus mencari jalan keluar bagaimana hajat hidup warganya tetap lancar.

Pasokan gas elpiji saat ini kian menipis. Beberapa warga kembali mencoba beralih ke bahan bakar minyak tanah sebagai langkah penghematan. Minyak tanah sebenarnya bukan barang baru di Tambelan.

Sebagai daerah dengan keterbatasan pasokan sektor bahan bakar rumah untuk rumah tangga, minyak tanah mau tidak mau menjadi alternatif lain. Tapi itu pun juga masih harus dipasok dari Kalimantan. Dari Kepri sendiri jarak tempuhnya terlalu jauh dan pasti memakan ongkos operasional yang tinggi.

Alternatif lain adalah rekomendasi memasukan tabung elpiji 12 kg yang non subsidi. Hal ini harus dilakukan cepat mengingat gas elpiji 3 kg sudah dilarang masuk ke Tambelan.

"Sementara kita merekomendasikan beberapa kapal ikan yang di kalimantan untuk mengangkut tabung gas 12 kilo non subsidi,"kata Akharuddin.

Dibalik kondisi yang serba sulit itu, ada kabar menarik sayup sayup sampai di telinga camat. Beberapa investor lokal di Kepri menyatakan rencana mereka untuk berinvestasi di sektor bahan bakar dengan membuka agen penyalur minyak dan solar (APMS).

Camat berharap, rencana para investor lokal itu masuk benar benar terwujud. Dengan demikian, warganya tak perlu lagi dipusigkan dengan problem BBM sehari hari yang rantai distribusinya panjang dan berbelit belit.

"Ketimbang dari Kalimantan mereka ditangkap, kalau ada pengusaha yang masuk masuk ke sini silahkanlah. Kita masih banyak lahan lahan di tepi laut yang HO nya tak perlu dipertimbangkan. Selama masyarakat terbantu silahkan masuk,"kata camat. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved