KARIMUN TERKINI

AWAS. Salah Kelola Dana Desa Risikonya Masuk Penjara

Anwar mengaku khawatir, salah dalam pengelolaan DD, bisa berakibat pidana. Pasalnya saat ini sudah terbentuk Satgas Dana Desa.

AWAS. Salah Kelola Dana Desa Risikonya Masuk Penjara
net
ilustrasi. dana desa 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Ketua Komisi I DPRD Karimun yang membidangi Hukum dan Pemerintahan, Anwar Abu Bakar mewanti-wanti Pemkab Karimun terkhusus OPD Dinas Pemerintahan Desa agar aturan penggunaan Dana Desa benar-benar dapat dipahami pihak desa selaku pengelola.

Anwar mengaku khawatir, salah dalam pengelolaan DD, bisa berakibat pidana. Pasalnya saat ini sudah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) DD yang diketuai mantan Komisioner KPK, Bibit Samad Rianto.

Kabupaten Karimun sendiri pada tahun anggaran 2017 ini, mendapat kucuran DD bagi 42 desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebesar Rp 35.818.950.000,00.

Baca: Ini Dia Susunan Pemain 757 Kepri Jaya dan Persiraja Banda Aceh yang Akan Berlaga Sore Nanti

Baca: Kirim Surat dalam Kotak Amal, ISIS Ancam Ledakkan Masjid di Sumedang

Baca: Gaji Sebulan Rp 2,5 Juta, Tapi Mobil Mewah Berderet. Ternyata Ini yang Dilakukan Kasir Diler Mobil

"Saya bukan mau menakut-nakuti tapi sudah sewajarnya kita waspada, jangan salah penjabaran aturan penggunaan dana desa. Sebab, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah membentuk Satgas DD yang dipimpin mantan KPK Bibit Samad Rianto,'' kata Anwar Abu Bakar, Sabtu (8/7/2017).

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Karimun itu bukan tanpa sebab. Sebaliknya berkaca pada banyaknya laporan yang masuk ke Komisi I DPRD Karimun.

Salah satunya perihal dana insentif Ketua RT dan RW berasal dari Dana Desa sehingga dalam laporannya Ketua RT dan RW diminta membuat laporan pertanggungjawaban (LPj).

Akibatnya perangkat RT dan RW enggan mengambil dana insentif tersebut. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Minggu, 9 Juli 2017

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help