TribunBatam/

Hangout

Gunung Daik, Sensasi Mendaki si Gigi Naga

Sebutan ini disematkan karena dari jauh puncak gunung ini bentuknya menyerupai gigi-gigi naga yang bergelombang.

Gunung Daik, Sensasi Mendaki si Gigi Naga
TRIBUN BATAM/ANDRIANI
Hangout 

PARIWISATA Kepri yang mulai menggeliat ke permukaan ibarat mutiara yang terpendam di dasar laut, terangkat dan memancarkan sinarnya perlahan. Tidak terkecuali tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lingga.

Di sini, terdapat satu destinasi wisata andalan dan sudah menjadi ikon wisata Lingga, bernama Gunung Daik.

Orang tempatan menyebutnya dengan nama lain, Gunung Gigi Naga. Sebutan ini disematkan karena dari jauh puncak gunung ini bentuknya menyerupai gigi-gigi naga yang bergelombang.

Puncak Gunung Daik tersusun dari bebatuan yang mempunyai tingkat kecuraman hingga 90 derajat. Untuk sampai ke puncaknya, memang memerlukanwaktu berjam-jam dengan melalui berbagai rintangan. Bukan hanya hiking tapi juga climbing, bahkan rafting.

Jika hendak ke puncak, alat-alat panjat tebing (rock climbing) musti disiapkan dan ditambah dengan perlengkapan rafting.

Tidak hanya warga Indonesia yang sering mendaki gunung ini, beberapa pendaki dari Belgia pernah mencoba menaklukan puncak Gunung Daik.

"Saat mendaki ke Gunung Daik akan ada dua pos yang bisa disinggahi. Sejam pertama akan ada pos pertama yang dinamakan Lubuk Belacan. Sekitar 2.5-3 jam, ada pos kedua," ungkap Cipto, Ketua Kepal Daik Lingga.

Saat berjalan menuju ke pos pertama, para pendaki bisa menikmati sejuknya air sungai yang sangat jernih. Airnya turun langsung dari pegunungan dan di sekitar sungai terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Saat menuju ke pos dua, medan yang dilalui lebih banyak hutan dan masuk dalam kawasan hutan lindung.

Dalam Kementrian Perhutanan telah disebutkan bahwa di sekitar hutan lindung ini terdapat tanaman dan pepohonan yang langka. Setidaknya ada 40 jenis fauna endemik dalam kategori red list atau dilindungi oleh badan internasional penanganan spesies tanaman.

Halaman
12
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help