Tak Mengejutkan! Potensi Kredit Macet Naik Pasca Lebaran. Ini Biang Keroknya!

Tak Mengejutkan! Potensi Kredit Macet Naik Pasca Lebaran. Ini Biang Keroknya! Begini Reaksi Para Bankir!

Tak Mengejutkan! Potensi Kredit Macet Naik Pasca Lebaran. Ini Biang Keroknya!
antara
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Beberapa bank pada semester II ini menaruh perhatian lebih bagi kredit kategori dalam perhatian khusus atau yang masuk kolektibilitas II.

Baca: Terungkap! Beginilah Cara Industri Singapura Akali Batam! Kepala BI Kepri Blak-blakan!

Baca: Bisnis Baru! 10 Selebritis Dunia dengan Tarif Endorsement Termahal, Sekali Unggah Rp 7,3 Miliar

Baca: Heboh! Ditanya Netizen Pernah Nonton Video Ariel-Cut Tari, Sophia Latjuba Ngamuk!

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Status kredit akan masuk kategori perhatian khusus karena menunggak cicilan, namun masih di bawah 90 hari atawa tiga bulan. Kredit ini mendapat perhatian lantaran bisa mendapat label bermasalah alias non performing loan (NPL).

Sumber KONTAN di kalangan bankir mengatakan, pasca Lebaran jumlah kredit yang masuk perhatian khusus berpotensi naik. Terlebih akhir Juli ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan memperpanjang aturan terkait relaksasi restrukturisasi kredit.

Data OJK per April 2017 menyebutkan, kredit dalam perhatian khusus kini berjumlah Rp 250 triliun atau setara 5,77% dari total kredit (lihat tabel). Tren kenaikan kredit yang masuk kolektibilitas II banyak terjadi di bank besar atau BUKU IV.

Sejumlah bankir menyatakan sudah mengantisipasi hal tersebut. Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, kredit dalam perhatian khusus mayoritas berasal dari sektor komersial. "Dengan restrukturisasi, diharapkan pada semester kedua kredit kolektibilitas II bisa terjaga, tidak menjadi NPL," tutur Tiko, Jumat (7/7).

Suprajarto, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan, kredit dalam perhatian khusus di BRI mayoritas ada di sektor menengah dan ritel. "Untuk korporasi relatif aman. Trennya pada kuartal II relatif sama," kata Suprajarto.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved