Polres Pinang Akan Panggil Lagi Pejabat KSOP Terkait Proyek Pelabuhan Dompak. Ini Alasannya

Polres Tanjungpinang masih fokus dengan pemeriksaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelabuhan Internasional Dompak.‎

Polres Pinang Akan Panggil Lagi Pejabat KSOP Terkait Proyek Pelabuhan Dompak. Ini Alasannya
Ponton pelabuhan Dompak yang hanyut, beberapa waktu lalu

BATAM.TRIBUNNEWS.COM. TANJUNGPINANG-‎ Polres Tanjungpinang masih fokus dengan pemeriksaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelabuhan Internasional Dompak.‎

Pelabuhan ini rusak dan sebagian asetnya hilang sebelum beroperasi. Bahkan ponton pelabuhan itu hanyut.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro‎ menyebutkan bahwa data-data yang diminta kepada Haryadi selaku PPK pada pemeriksaan pertama masih kurang.

Sehingga, pihaknya kembali memanggil Hariyadi untuk menyerahkan data-data agar lebih lengkap.

"Kita fokuskan dulu kepada PPK-nya. Kemarin sudah kita periksa dan belum memberikan data yang kita butuhkan untuk menentukan pidananya. Kita akan panggil kembali untuk kita mintai data-data yang diperlukan," ujar Kapolres Tanjungpinang Ardiyanto ditemui di Polres Selasa (11/7).

Pihaknya kembali memanggil Haryadi untuk memberikan sejumlah dokumen ‎proyek yang menelan anggaran Rp 120 miliar itu.

Ardiyanto menambahkan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara umum dan keseluruhan, bukan berdasarkan tahapan penganggaran proyek tersebut.

Proyek itu melalui lima tahap penganggaran. ‎

"Saya tidak lihat apa itu, anggaran tahap satu atau dua. Yang kita lihat peristiwa pidananya terlebih dahulu," katanya lagi.

Terkait akan ada orang lain selain PPK yang dipanggil, Ardiyanto menjelaskan pihaknya masih fokus mermeriksa PPK, nantinya barulah akan memanggil pihak lain yang terlibat.

‎Sebelumnya diberitakan, penyelidikan terkait dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Dompak yang dibangun menggunakan APBN.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help