TribunBatam/
Home »

News

» Sains

Sebaiknya Anda Tahu

Bikin Deg-degan! Beginilah Cara China Menaklukkan Raja Penyakit Dunia!

Bikin Deg-degan! Beginilah Cara China Menaklukkan Raja Penyakit Dunia!

Bikin Deg-degan! Beginilah Cara China Menaklukkan Raja Penyakit Dunia!
Yunanto Wiji Utomo
Dokter di Modern Cancer Hospital Guangzhou melakukan penanaman biji partikel pada pasien kanker paru-paru pada Jumat (9/6/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Dalam 10 tahun terakhir, sepak terjang China dalam dunia medis menjadi perbincangan dunia. Negeri yang tengah menjadi "rising star" dalam sains itu terbilang berani mencoba pendekatan baru dalam riset dan pengobatan penyakit.

Baca: Nekat! Fans EXO di Korea Utara Rela Pertaruhkan Nyawa, Cuma Buat Baca Artikel Idolanya!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Fakta Mengejutkan Lagu Despacito, Nomor 2 Bikin Merem-Melek!

Baca: Heboh! Ditanya Netizen Pernah Nonton Video Ariel-Cut Tari, Sophia Latjuba Ngamuk!

Baca: Bikin Geleng-geleng Kepala! Makna Lagu Despacito Bikin Syok, Jangan Nyanyi Depan Anak-anak!

Yang terjadi di Modern Cancer Hospital Guangzhou pada Juni lalu, tepatnya Jumat (9/6/2017), adalah salah satu buktinya. Lewat video siaran langsung, rumah sakit itu mempertontonkan dokter yang tengah melakukan terapi 3D seed-in particle pada pasien kanker paru-paru.

Dalam siaran itu, dokter spesialis kanker Cha Huang Qi yang bertugas melakukan tindakan mengatasi kanker memegang sebuah jarum. Sepintas, tindakan mirip akupunktur. Namun, ujung jarum ternyata dilengkapi dengan biji berukuran 0,8 mm yang mengandung partikel iodin yang bersifat radioaktif.

Fakta bahwa dokter menggunakan partikel radioaktif untuk melawan kanker itu mungkin mengagetkan bagi awam. Pasalnya, buku pelajaran sekolah ataupun iklan kosmetik selalu mengungkap bahwa radiasi justru bisa memicu perkembangan kanker.

Zhang Fujun, ahli kanker dari Modern Cancer Hospital Guangzhou mengatakan, "Jangkauan radiasi itu sangat sempit dan hanya akan menarget sel kanker saja. Kita sudah pertimbangkan bahwa keuntungan penanaman biji partikel dengan radiasi itu lebih besar dari kerugiannya."

3D seed-in-particle dilakukan sepenuhnya dengan teknologi tinggi. Prosedur awalnya, pasien dipindai dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memperkirakan lokasi sel kanker. Sang dokter lantas membuat cetakan 3D dari hasil MRI yang kemudian digunakan sebagai panduan saat melakukan penanaman biji partikel.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help