TribunBatam/

Mellennial

Jauhi dan Kenali Bahaya Narkoba

Pemerintah kian gencar mengkampanyekan bahaya Narkoba, namun peredaran dan jumlah pemakainya pun semakin meresahkan.

Jauhi dan Kenali Bahaya Narkoba
TRIBUNBATAM/ANDRIANI

PARA Mellennials, siapa sih yang tidak kenal Narkoba. Kamu-kamu memang wajib menganalnya agar tidak terjebak, tetapi jangan sampai memakainya dan wajib menjauhinya. Sebab, Narkoba kian menghantui generasi muda Indonesia.

Meskipun pemerintah kian gencar mengkampanyekan bahaya Narkoba, namun peredaran dan jumlah pemakainya pun semakin meresahkan.

Laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) Februari lalu, sekitar 5,1 juta penduduk Indonesia memakai Narkoba. Parahnya 22 persen di antaranya adalah pelajar dan mahasiswa. Dari pera pemakai tersebut, sebanyak 15 ribu jiwa melayang setiap tahunnya.

Para produsen Narkoba pun kian inovatif meracik barang haram tersebut sehingga bisa dinikmati segala kapangan baik kaya maupun miskin, tua-muda, orang biasa maupun pejabat.

Beberapa waktu lalu, sempat heboh dengan adanya Narkoba jenis baru yang disebut Tembakau Gorila.

Mengikuti jenis tembakau ini, ditemukan pula nama-nama Narkoba baru yakni Tembakau Gorila Hanoman dan Gorila Ganesa. Bahkan kini ada jenis tembakau terbaru, yaitu tembakau beruang yang memberikan efek enam kali lebih kuat dari pada Tembakau Gorila.

Tembakau Gorila merupakan racikan dari tembakau sintetis yang dicampurkan dengan ekstrak tanaman dagga liar sebagai zat aktifnya.

Dagga liar disebut juga disebut ekor singa. Tanaman ini biasa tumbuh di padang rumput Afrika Selatan. Menurut dr. Jimmy Wahyu P. Kusuma, dokter BNN Kota Batam, para perokok dagga liar akan mengalami peningkatan mood, sedikit pusing, persepsi warna meningkat, dan kejernihan mental.

Dagga liar juga disebut sebagai "ganja liar" karena efek setelah menggunakannya hampir sama dengan ganja bahkan jauh lebih liar.

"Sintetis yang dimaksud ini, designer drug. Obatan yang sengaja didesain oleh manusia untuk dijadikan narkoba. Tanaman tembakau, dagga liar dan beberapa bahan kimia lainnya," kata dr. Jimmy.

Halaman
12
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help