TribunBatam/

Subsidi Dipangkas Rp 6,6 Triliun, Bagaimana Nasib Program Sejuta Rumah?

Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah yang dimulai pencanangannya pada April 2015 lalu, dinilai sulit terwujud. Ini sebabnya.

Subsidi Dipangkas Rp 6,6 Triliun, Bagaimana Nasib Program Sejuta Rumah?
KOMPAS.COM
Salah contoh rumah tipe 25/60 di Villa Kencana Cikarang yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (4/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memangkas subsidi terkait Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah yang dicanangkan April 2015 lalu.

Tak tanggung-tanggung, pemangkasan subsidi untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tersebut mencapai Rp 6,6 triliun. Dari sebelumnya Rp 9,7 triliun dipangkas menjadi Rp 3,1 triliun.

Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Pengembang Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengemukakan pendapatnya kepada KompasProperti, Rabu (12/7/2017).

"Sulit terwujud, pemangkasan subsidi FLPP terutama yang menghambat. Selain itu, banyak kebijakan pemerintah pusat yang tidak berpihak pada pengembangan rumah, khususnya untuk masyarakat menengah berpenghasilan rendah (MBR)," kata Eddy.

Dia menuturkan, alasan pemangkasan subsidi FLPP tidak bisa dibenarkan. Itu hanya akan memberatkan konsumen MBR dan juga pengembang. 

"Pemangkasan subsidi FLPP terus dikompensasi untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) jelas tidak menarik buat bank teknis penyalur KPR. Bukan karena risiko, melainkan bank nggak ada yang mau karena harus nanggung 100 persen," tutur Eddy.

Eddy menambahkan, target Sejuta Rumah semakin sulit terwujud, karena Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang perumahan untuk MBR juga tak jalan. 

Di lapangan, kata Eddy, banyak pemerintah daerah (pemda) yang masih belum menjalankan regulasi tersebut. Sebaliknya, yang ada malah semakin masif praktik pungutan liar.

"Kalau Pemda menolak melakukan deregulasi perumahan demi mempertahankan pendapatan asli daerah (PAD) masih bisa diterima. Tapi bila menolak hanya untuk mempertahankan pundi-pundi itu menghambat betul," cetus Eddy.

Baca: Pelaku Pungutan Masuk Sekolah Bisa Dibekuk Saber Pungli

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help