TribunBatam/

Cuaca Laut Anambas Kurang Kondusif, Harga Ikan Simbok Tembus Rp 50 Ribu per Ekor!

Cuaca Laut Anambas Kurang Kondusif, Harga Ikan Simbok Tembus Rp 50 Ribu per Ekor!

Cuaca Laut Anambas Kurang Kondusif, Harga Ikan Simbok Tembus Rp 50 Ribu per Ekor!
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - ‎Cuaca di laut yang kurang kondusif, mulai berdampak pada harga ikan. Di pasar tradisional Tarempa, harga ikan Tongkol atau yang akrab disapan ikan 'simbok' ini menembus harga Rp 50 ribu per ekornya, naik dari harga sebelumnya yang berkisar antara Rp 25 sampai Rp 35 ribu per ekornya.

Baca: Gagal Jadi Mantu Bakrie, Artis Dokter Ini Digebet Anak Orang Tajir! Abaikan 2 Anak Mantan Menteri!

Baca: Heboh! Gaun Artis Bollywood Priyanka Chopra Melorot Saat Syuting, Begini Penampakannya!

Baca: Terungkap! Petinggi ANTV Marah-marah di Instagram, Ayu Ting Ting Mundur dari Pesbukers!

‎"Ikan lagi mahal. Entah apa sebabnya. Simbok saja harganya mahal, apalagi ikan lain," ujar Erni salahseorang warga Jum'at (14/7/2017). Naiknya harga ikan ini, diakui Erni sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Harga ikan yang melambung pun, juga dikeluhkan oleh pembuat kerupuk atom berbahan dasar ikan.

‎Rozita salahsatunya. Pelaku industri rumahtangga ini pun, hanya dapat pasrah dengan kondisi harga ikan yang tengah melambung ini. Niat untuk menaikkan harga kerupuk atom hasil produksinya, diakui sempat terbesit untuk menyesuaikan naiknya harga bahan baku. Namun, kekhawatiran keluhan pelanggan yang ‎berdampak pada langganannya yang lari, menjadi hal lain yang membuat dirinya urung melakukan hal itu.

‎"Bingung iya, pasrah iya juga. Kalau gunakan ikan lain tidak bisa. Kalau pun bisa, menggunakan ikan Tenggiri yang harganya lebih mahal. Kami cuma bisa berharap, kondisi ini segera berakhir," ungkapnya.

‎Dibagian lain, Karim salahseorang nelayan mengatakan, cuaca laut yang kurang kondusif untuk melaut, menjadi penyebab utama ikan sukar untuk didapat. Untuk mendapat ikan, ia harus menempuh jarak yang tidak normal.

"Cuacanya sedang tidak bagus, angin selatan. Kami saja harus menempuh jarak hingga 80 mil untuk dapat ikan," bebernya.

Saat ini, ikan hasil tangkapan nelayan lokal diakuinya kerap ditunggu oleh pengepul yang berasal dari luar Anambas. Mereka bahkan berani membeli ikan hasil tangkapan dengan mendatangi lokasi nelayan melaut serta harga ikan yang menjanjikan‎.

"Susah juga, Bang. Di satu sisi kami merasa diuntungkan. Namun, masyarakat di sana membutuhkan ikan. Biasanya hasil tangkapan kami bagi. Ada yang ke tempat pelelangan ada yang kami jual kepada pengepul," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help