Kembali Diperiksa KPK, Sandiaga Uno : Jangan Suudzon Ini Dikaitkan Politik

Sandiaga mengaku diminta bersaksi dalam kapasitasnya sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah yang kini jadi PT Nusa Konstruksi Engineering.

Kembali Diperiksa KPK, Sandiaga Uno :  Jangan Suudzon Ini Dikaitkan Politik
Tribunnews/Herudin
Wakil Gubernur terpilih Sandiaga Uno saat diperiksa KPK dalam dua kasus dugaan korupsi, Rabu (24/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahudin Uno pagi ini, Jumat (14/7/2017) datang ke Gedung Merah Putih.

Meski tidak tercantum dalam jadwal pemeriksaan yang diumumkan KPK, Sandiaga mengatakan diminta memberi kesaksian dalam kapasitasnya sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah yang kini berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering.

Direktur perusahaan ini, Dudung Purwadi, menjadi tersangka kasus korupsi pembangunan RS Pendidikan Udayana.

"Hari ini memenuhi panggilan KPK mengenai posisi saya sebagai mantan komisaris di PT Nusa Konstruksi Engineering. Kebetulan saya sudah memberikan keterangan lengkap bulan Mei, namun ada panggilan lagi. Dan sebagai warga negara yang baik tentunya patuh hukum saya akan penuhi panggilan ini dan akan memberikan keterangan apa pun yg diminta oleh KPK secara full kooperatif," ujar Sandiaga sebelum memasuki gedung.

Baca: Peringati HUT ke 13 Tahun, Informa Tawarkan Produk Serba Rp 1,3 juta

Baca: Mirip Lautan Sampah, Warga Kampung Ini Tiap Hari Hirup Aroma Busuk

Baca: Perusahaan Start-Up Indonesia Banyak, Tapi Kalah Saing. Ternyata Karena Hal Ini

Sembari melayani pertanyaan wartawan, Sandiaga juga menunjukkan surat pemanggilan dari KPK untuknya.

"Untuk itu izinkan saya masuk dulu ke dalam dan jangan suudzon bahwa ini dikaitkan dengan politik atau apa pun juga. Kita dukung langkah KPK untuk betul-betul membersihkan praktik-praktik korupsi di pemerintahan maupun di dunia usaha di Indonesia. Setelah pemeriksaan saya akan berikan pernyataan lengkap," tambahnya.

Proyek pembangunan RS Udayana merupakan proyek yang didanai dengan skema anggaran multi tahun pada 2009-2011 dengan nilai proyek sekitar Rp 120 miliar. Diduga Rp 30 miliar dari total nilai proyek diselewengkan dengan cara menggelembungkan anggaran. (*)


*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Wartakota dengan judul: Lagi, Sandiaga Uno diperiksa KPK

 

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help