TribunBatam/

BATAM TERKINI

Peran Jumantik Dinilai Efektif, Jumlah DBD Semester Pertama 2017 Turun Drastis

Musim penghujan yang masih saja melanda Kota Batam saat ini masih berpeluang dengan pertumbuhan jentik nyamuk Aedes aegypti pemicu DBD.

Peran Jumantik Dinilai Efektif, Jumlah DBD Semester Pertama 2017 Turun Drastis
TRIBUNBATAM/TRI INDARYANI
Ilustrasi 

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Berdasarkan data yang ada, pada semester pertama tahun 2017 jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) Batam, sebanyak 38 orang. Satu di antaranya meninggal dunia.

Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding semester pertama tahun 2016 lalu.

Sesuai data yang dihimpun Tribun, Sabtu (14/7/2017) dari Humas RSUD EF Ellin, menjelaskan penderita DBD yang dirawat di RSUD EF pada semester pertama 2016 sebanyak 259 orang.

"Jadi perbandingannya sangat jauh, di mana tahun ini jauh berkurang," katanya.

Ellin mengatakan, musim penghujan yang masih saja melanda Kota Batam saat ini masih berpeluang dengan pertumbuhan jentik nyamuk Aedes aegypti, yang bisa menimbulkan penyakit deman berdarah.

Baca: Aku, Dia dan Teh Obeng Juarai Festival Film Pendek di Batam

Baca: Posko Pengaduan Dibuka, Hampir Semua Korban Kebakaran Laporkan Kehilangan Barang Penting Ini

Baca: Usai Lebaran, Harga Sembako di Pasar Tiban Centre Stabil. Cek Daftar Harganya Disini

"Jika dilihat dari data penderita DBD, semester pertama tahun 2017, jumlahnya sangat jauh menurun, tetapi bukan berarti bahaya DBD selesai, kebersihan harus tetap dijaga,"kata Ellin.

Dia mengatakan, musim penghujan yang masih sering terjadi, bisa mempercepat pertumbuhan jentik nyamuk Aedes aegypti, di tempat-tempat yang ada genangan air yang bertahan setelah hujan turun.

"Jadi kita tetap mengimbau warga agar tetap melaksanakan 3M lus, yakni Menguras, Menutup dan Mengubur, serta membersihkan tempat-tempat yang yang menjadi persembunyian nyamuk," kata Ellin.

Selain karena kesadaran masyarakat, peran dari Dinas Kesehatan Kota Batam dengan membentuk tim juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik) ke masing-masing lingkungan juga memberikan dampak yang positif bagi kesehatan lingkungan tempat tinggal masyarakat. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Minggu, 15 Juli 2017

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help