Pokcai Tenggelam di Bintan

Pokcai Tenggelam Akibat Kelebihan Muatan? Ini Penjelasan Camat Teluk Bintan!

Pokcai Tenggelam Akibat Kelebihan Muatan? Ini Penjelasan Camat Teluk Bintan!

Pokcai Tenggelam Akibat Kelebihan Muatan? Ini Penjelasan Camat Teluk Bintan!
TRIBUNBATAM/AMINNUDIN
Seorang nelayan melewati pokcai yang rusak setelah tenggelam, Sabtu (15/7/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Camat Teluk Bintan Assun Ani menyatakan hingga Minggu (16/7/2017) siang mengaku belum bisa mendapatkan kronologis resmi peristiwa pokcai naas di kampung Teluk Bintan, Desa Pengujan pada Sabtu (15/7/2017).

Baca: BREAKINGNEWS: Tabrakan Maut di Teluk Bakau, 2 Pengendara Motor Tewas! Korban Mahasiswa Pinang

Baca: Buntut Rusuh KJJ, Beredar Kabar Bareskrim Panggil Bupati Anambas, Benarkah?

Baca: Sering Transaksi di Internet, Waspadalah 7 Ciri Penipu Online Ini

Assun ditemui di rumah duka menyebutkan, ada kelebihan kapasitas dalam kejadian yang berlangsung pada Sabtu sore itu. Dalam keadaan kelebihan kapasitas, kondisi fisik pokcai sendiri sudah berusia tua. Sudah pernah digunakan dulu di Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan.

Pokcai sendiri dikelola dalam konsep Badan Usaha Milik Desa (Bumbdes). Saat kejadian pokcai mengangkut penumpang 25 orang ditambahan 8 unit kendaraan motor dan 1 unit mobil.

"Tapi kondisi kemarin ramai mungkin karena ada pesta di seberang itu jadi tak terkontrol, banyak yang naik, masing masing mau cepat balek,"kata Assun Ani.

Keterangan dari Kepala Dusun III Kampung Teluk Bintan II Ahmad Yani kepada Tribun mengatakan, sebenarnya kelebihan kapasitas pokcai saat menyeberangkan orang sudah jadi pemandangan sehari hari. Namun selama ini aman aman saja. "Selama ini memang begitu, tapi tak ada kayak begini (kejadian),"kata Ahmad Yani.

Ahmad mengatakan, kecelakaan bisa sampai terjadi bisa jadi karena cuaca kurang mendukung pada Sabtu malam. "Angin sedikit kencang semalam, tiba tiba di tengah laut mau ke sini (Teluk Bintan II), bagian depan pokcai kemasukan air, lama kelamaan pokcai turun ke dasar, orang panik, mereka pun berlompatan,"kata dia.

Ahmad juga menyoroti kebiasan pemilik pokcai yang terlalu berkeinginan memuat penumpang sebanyak mungkin. Padahal jumlah pokcai di lokasi ada 3 unit. "Yah kayak begitulah, "ujarnya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help