TribunBatam/

Mellennial

Barista, Bukan Sekadar Tren Passion

Barista juga bukan hanya sekadar bisa meracik kopi, melainkan lebih dari itu, mereka harus bisa menjadi seniman kopi.

Barista, Bukan Sekadar Tren Passion
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mellennial 

BARISTA, suatu profesi yang kini sedang naik daun dan banyak digandrungi para Mellennials. Seiring dengan booming-nya budaya ngopi di cafe-café, profesi barista pun kian dibutuhkan dan semakin banyak peminatnya.

Barista adalah sebutan bagi para peracik kopi. Bahkan kini, barista sudah menjadi passion bagi banyak generasi Z. Barista juga bukan hanya sekadar bisa meracik kopi, melainkan lebih dari itu, mereka harus bisa menjadi seniman kopi.

Kebanyakan, para barista menggeluti profesinya berawal dari hobi ngopi, kemudian muncul keinginan meracik kopi. Namun yang pasti, mereka haruslah menjadi seorang pecinta kopi.

Hal ini juga dirasakan Raja Doni, seorang barista sekaligus pemilik coffee shop Habit a Coffee Crafter di Batam.
Ia pun sempat kursus barista di Bandung agar ilmu meracik kopinya lebih dalam.

“Yang diberikan ilmu dasar saja, selanjutnya kita belajar sendiri. Dan memang ada kursusnya mengenai barista, di Bandung dan Jakarta," kata Raja Doni pada Tribun, (16/7/2017).

Profesi barista memang menjanjikan, jika jam terbangnya sudah tinggi, seperti Ardian Maulana selaku instructor & professional coffee consultant, sekali melakukan workshop bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp5 juta.

Ilmu pengetahuan barista juga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Enak atau tidaknya kopi bukan hanya berasal dari barista tetepi juga dari kopinya itu sendiri. Mulai dari hasil panen biji kopi, roster kopi, hingga kopi yang sudah siap untuk diracik, dan dinikamati.

"Untuk menjadi barista itu tidak sulit tetapi kompleks. Karena kopi terus berkembang sejalan berkembangnya ilmu pengetahuan,"tambah Raja Doni.

Lain Raja Doni, lain pula Charles dari Hazel & Cashew. Dia memutuskan menjadi barista karena rasa penasarannya terhadap biji kopi yang mempunyai rasa yang berbeda-beda,. Ia pun belajar secara otodidak untuk menjadi seorang barista.

"Dukanya jadi barista itu kalau kena komplain sama customer, karena standar di coffee shop itu berbeda-beda, sehingga rasanya juga berbeda,"terang Charles.

Menjadi seorang barista memanglah tidak mudah, selain kamu harus tahu dan paham mengenai kopi, seorang barista juga harus punya rasa cinta terhadap kopi. Yang pasti bukan hanya sekadar mengikuti tren yang ada. (*)

Tips Menjadi Seorang Barista
1. Jadi diri sendiri dan memang cinta kopi.
2. Bukan hanya ikut tren tetapi gemar dengan kopi karena menjadi barista memerlukan waktu yang tidak singkat.
3. Belajar dari banyak sumber, gali informasi sebanyak-banyaknya dan jangan malu bertanya dengan mereka yang lebih berpengalaman.
4. Rajin-rajin keliling ke coffee shop, agar mengetahui karakter setiap kopi. Walaupun terkadang biji kopi sama tetapi rasa setiap kopi berbeda-beda.
5. Rajin latihan atau rajin meracik minuman kopi karena kopi bukan sekedar untuk diminum tetapi dinikamti. (*)

Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help