TribunBatam/

BATAM TERKINI

Soal Percekcokan Antara Sopir Taksi, Begini Cerita Sebenarnya

Persoalan tersebut bermula ketika sopir taksi 'Green Taxi' bernama M Adha Jasfikar mengantar tamu ke Nagoya Hill masuk melalui Pintu Barat.

Soal Percekcokan Antara Sopir Taksi, Begini Cerita Sebenarnya
YOUTUBE
Sopir taksi ribut 

Namun, tiba-tiba, beberapa supir taksi konvensional di Pintu Timur Nagoya Hill membuka pintu mobil yang dikendarai M Adha Jasfikar. Beberapa dari sopir itu bertanya.

"Jadi mereka kira sopir taksi itu adalah taksi yang dipesan lewat online. Jadi misskomunikasi saja sebanarnya. Sempat dimediasi mereka di pos Satpam di Nagoya Hill. Mungkin nggak puas makanya ia (M Adha Jasfikar yang merasa dirugikan,red) melaporkan kejadian itu," katanya.

M Adha Jasfikar yang tak terima perlakuan yang ia terima sore itu langsung ke Polsek Lubuk Baja untuk membuat laporan polisi. Dia pun diterima. Dan menceritakan kronologis seadanya. Apa lagi, spontan kejadian itu, mobil milinya mengalami kerusakan di spion kiri dan lampu sen kanan.

Tak cuma Adha yang melapor, sopir konvensional yang dilaporkan ke Polisi juga datang beramai-ramai ke Mapolsek. Kericuhan pun nyaris terjadi.

Kemudian polisi memanggil kedua belah pihak. Minggu sore terjadi lah perundingan. Perwakilan Green Taxi yang datang adalah Direktur Edi, kuasa hukum Simbolon, pelapor M Adha Jasfikar. Pertemuan itu pun clear dan membuahkan hasil di meja runding damai dengan sejumlah catatan penting. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Selasa, 18 Juli 2017

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help